Serbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds kembali terjadi pada hari Ahad, 20 September 2026. Penyerbuan ini terjadi menjelang perayaan Yom Kippur. Sekitar 676 pemukim Israel memasuki halaman masjid di bawah pengawalan ketat polisi. Kemudian menyusul juga gelombang kedua yang melibatkan sekitar 100 pemukim yang melakukan ritual Talmud di dalam kawasan tersebut.
Beberapa jam kemudian, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut merangsek masuk. Ia melaksanakan ritual serupa di bagian timur kompleks dengan pengawalan berlapis.
Baca juga: Yahudisasi Situs Bersejarah: Cara Israel Menghapus Jejak Eksistensi Palestina
Darah, Air Mata, dan Residu Senjata: ‘Makanan’ Pertama yang Dirasakan Bayi-Bayi Palestina
Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina mengecam keras aksi tersebut. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kesucian Al-Aqsa dan upaya mengubah status quo historis.
Data Kegubernuran Al-Quds mencatat sekitar 40.661 pemukim Yahudi menerobos masuk sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 9.820 pemukim yang memasuki Al-Aqsa. Peningkatan ini menunjukkan intensifikasi aktivitas pemukim di kompleks Al-Aqsa, terutama selama musim hari raya Yahudi.








