“Siapa Berikutnya?” menjadi pertanyaan yang diangkat Pusat Pembelaan Tawanan Palestina setelah wafatnya tawanan Palestina, Imad Sarhan, di penjara Israel. Melalui kampanye bertajuk “Siapa Berikutnya?”, organisasi tersebut memperingatkan meningkatnya risiko kematian di kalangan tawanan.
Menurut lembaga itu, Sarhan merupakan tawanan Palestina ke-90 yang meninggal dalam penjara Israel sejak agresi genosida di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Ia juga tercatat sebagai tawanan Palestina ke-327 yang meninggal di penjara Israel sejak 1967.
Direktur pusat tersebut, Lina Al-Tawil, mengatakan kampanye “Siapa Berikutnya?” bertujuan membunyikan alarm bagi komunitas internasional. Ia menilai sikap diam terhadap kondisi penjara Israel dapat menyebabkan lebih banyak korban jiwa.
Baca juga: “Keluarga Gaza Mengungsi 25 Kali: Gencatan Senjata Tak Hentikan Pengusiran Paksa Israel”
Al-Tawil menjelaskan bahwa nama “Siapa Berikutnya?” mencerminkan kekhawatiran terhadap nasib ratusan tawanan, terutama mereka yang sakit. Menurutnya, banyak tawanan menghadapi pengabaian medis, sementara kondisi kesehatan mereka terus memburuk.
Selain itu, organisasi tersebut menegaskan bahwa otoritas penjara Israel menerapkan berbagai tindakan represif. Para tawanan menghadapi isolasi, pembatasan makanan, kekerasan fisik, serta penolakan akses layanan kesehatan.
Kampanye “Siapa Berikutnya?” akan berlangsung selama sepekan untuk menyoroti kondisi kesehatan dan kemanusiaan para tawanan sakit. Kampanye ini juga bertujuan mendokumentasikan penderitaan mereka serta meningkatkan perhatian publik terhadap dugaan pengabaian medis di penjara Israel.
Organisasi tersebut juga hendak mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komite Internasional Palang Merah, dan berbagai lembaga hak asasi manusia agar segera bertindak. Mereka meminta tekanan internasional untuk menghentikan pelanggaran terhadap tawanan Palestina dan memastikan seluruh tawanan memperoleh perawatan medis yang memadai.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)