Pengemudi Gaza kembali menjadi korban serangan Israel di tengah proses distribusi bantuan. Ahmad Nasser Isleem terbunuh ditembak tentara Israel setelah menyelesaikan pemuatan barang di Perlintasan Kerem Abu Salem dan hendak kembali ke Jalur Gaza.
Akibat insiden itu, Asosiasi Perusahaan Transportasi Swasta Gaza berencana menutup perlintasan dan menghentikan operasional sebagai bentuk protes. Selain itu, asosiasi meminta perlindungan internasional bagi pengemudi Gaza yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Mereka juga mendesak penyelidikan terhadap penembakan tersebut.
Baca juga: “95% Lahan Pertanian Gaza Hancur, Petani yang Terusir Tanam Sayur di Dekat Tenda Pengungsian”
Sementara itu, Israel juga menahan empat pengemudi Gaza yang mengemudikan truk bantuan di wilayah “Yellow Line” sebelah barat Rafah. Asosiasi menilai serangan terhadap pengemudi Gaza mengancam kelancaran distribusi barang dan memperburuk krisis kemanusiaan.
Di sisi lain, Pertahanan Sipil Gaza mengajukan permohonan darurat kepada PBB dan organisasi kemanusiaan internasional. Permohonan itu bertujuan memperbaiki tiga kendaraan darurat yang rusak selama 12 hari akibat kelangkaan suku cadang dan tingginya biaya perawatan.
Kerusakan tersebut membuat ribuan warga di Kota Gaza bagian barat kehilangan layanan pemadam kebakaran, penyelamatan, dan ambulans. Karena itu, seluruh respons darurat kini hanya mengandalkan satu pusat pertahanan sipil di Al-Tuffah. Kondisi ini memperlambat penanganan keadaan darurat dan meningkatkan risiko bagi warga sipil di tengah krisis yang terus berlangsung.
Sumber: Palinfo








