Korban Gaza terus bertambah akibat serangan Israel yang berlanjut (12/7). Serangan pesawat nirawak Israel menghantam tenda pengungsian di Al-Qadisiyah, Khan Younis, dan membunuh seorang warga. Sementara itu, serangan lain menghantam sebuah bengkel di kawasan Al-Sabra, Kota Gaza, sehingga membunuh empat warga dan melukai sejumlah lainnya.
Di Gaza tengah, seorang anak perempuan bernama Tala Abu Matar wafat setelah terkena tembakan Israel di wilayah timur Kamp Pengungsi Al-Bureij. Selain itu, dua warga lainnya meninggal akibat luka yang mereka alami dalam serangan sehari sebelumnya.
Baca juga: “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Pada saat yang sama, militer Israel meledakkan sejumlah rumah dan bangunan di berbagai wilayah Gaza. Penembakan, serangan artileri, dan serangan udara juga terus berlangsung di beberapa lokasi.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban terbunuh sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.223 orang. Selain itu, 173.654 orang mengalami luka-luka. Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 1.100 warga Palestina terbunuh dan 3.546 lainnya terluka akibat serangan yang terus berlanjut.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)