Sebanyak 107 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Rabu (17/06) pagi dengan pengawalan ketat polisi Israel. Aksi di Masjid Al-Aqsa ini kembali memicu kekhawatiran terkait meningkatnya pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa.
Menurut Departemen Wakaf Islam Al-Quds, para pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Magharibah secara bergelombang. Selanjutnya, mereka berkeliling di halaman masjid, terutama di area timur.
Baca juga: “PBB: Hampir 1.000 Warga Gaza Terbunuh Sejak Gencatan Senjata, Bantuan Baru Terpenuhi 36 Persen”
Para pemukim kemudian melakukan ritual Talmud di dalam Kompleks Masjid Al-Aqsa. Sementara itu, polisi Israel mengawal mereka sepanjang aksi tersebut dan menerapkan pengamanan ketat di lokasi.
Di sisi lain, otoritas Israel terus membatasi akses jemaah Palestina ke Masjid Al-Aqsa dengan meningkatkan pemeriksaan identitas dan penggeledahan di berbagai pintu masuk. Bahkan, sejumlah jemaah serta aktivis Al-Quds dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa.
Aksi penyerbuan oleh pemukim ke kawasan suci tersebut terjadi hampir setiap hari dengan perlindungan polisi Israel. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok ekstremis, seperti Temple Mount, terus menyerukan peningkatan kehadiran pemukim dan pelaksanaan lebih banyak ritual Yahudi di Al-aqsa.
Menanggapi hal tersebut, warga Al-Quds dan berbagai lembaga keagamaan memperingatkan bahwa rangkaian aksi serbuan pemukim bertujuan untuk menciptakan kondisi baru di Masjid Al-Aqsa. Mereka juga menilai langkah itu merupakan upaya memperkuat kontrol Israel atas salah satu situs paling suci bagi umat Islam di Palestina.
Sumber: Palinfo








