Polisi Israel menangkap Menteri Urusan Al-Quds, Palestina, Ashraf Al-Awar, di kediamannya yang berada di kawasan Silwan pada Rabu (19/08). Hingga kini, polisi Israel belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan tersebut.
Sebelumnya, otoritas Israel memberlakukan pembatasan terhadap Menteri Palestina Al-Awar, termasuk larangan memasuki Tepi Barat selama enam bulan, yang kemudian diperpanjang. Sejak 7 Oktober 2023, Israel meningkatkan pembatasan terhadap aktivitas sosial, politik, olahraga, dan ekonomi Palestina di Al-Quds bagian timur. Selain itu, otoritas Israel memperluas pembangunan permukiman dan pembongkaran rumah warga Palestina.
Baca juga: “Yahudisasi Situs Bersejarah: Cara Israel Menghapus Jejak Eksistensi Palestina”
Di sisi lain, ketegangan juga meningkat di kompleks Masjid Al-Aqsa. Pejabat Hamas Haroun Nasser Al-Din memperingatkan aksi para pemukim Israel yang menggelar kelompok belajar Taurat, ritual, dan doa bersama di dalam kawasan suci umat Islam tersebut. Ia menilai rangkaian praktik itu sebagai upaya sistematis untuk mengubah status quo serta identitas Masjid Al-Aqsa.
Nasser Al-Din menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa akan tetap menjadi tempat suci umat Islam. Ia turut menyerukan peningkatan kehadiran warga Palestina di Al-Aqsa serta mendesak tanggung jawab dari negara-negara Arab dan Muslim untuk mencegah normalisasi ritual pemukim yang Israel gencarkan di Al-Aqsa.
Nasser Al-Din menegaskan bahwa perlindungan Al-Quds bagian timur dan tempat-tempat sucinya membutuhkan upaya politik, diplomatik, dan masyarakat untuk menghadapi kebijakan permukiman serta yahudisasi.








