Kepala Dewan Islam Tertinggi Al-Quds (Yerusalem) sekaligus khatib Masjid Al-Aqsa, Syekh Ikrima Sabri, menegaskan bahwa Al-Quds adalah, dan akan selalu menjadi milik Palestina. Pernyataan itu muncul setelah wilayah Somaliland membuka kedutaan di Al-Quds pada Senin (15/06). Acara tersebut dihadiri pemimpin Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, dan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.
Syekh Sabri menegaskan bahwa Al-Quds telah, sedang, dan akan tetap menjadi bagian dari Palestina. Dengan demikian, setiap langkah politik atau diplomatik tidak dapat memberikan legitimasi kepada pendudukan Israel. Selain itu, langkah tersebut juga tidak mampu mengubah identitas sejarah maupun nasional Kota Al-Quds.
Baca juga: “Smotrich Cabut Kewenangan Kota Al-Khalil, Palestina: Israel Langgar Perjanjian Hebron 1997″
Lebih lanjut, ia menilai umat Islam dan bangsa Arab perlu memperkuat persatuan. Menurutnya, perpecahan hanya melemahkan upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Oleh sebab itu, ia mengajak negara-negara Islam dan Arab untuk meningkatkan solidaritas.
Syekh Sabri juga mengkritik gerakan separatis di Somalia. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan nilai persatuan yang Islam ajarkan dan tidak sejalan dengan prinsip solidaritas yang selama ini dunia Arab dan Islam junjung.
Syekh Sabri kembali menegaskan bahwa Al-Quds tidak akan berubah statusnya hanya karena pembukaan kedutaan atau hubungan diplomatik dengan Israel. Baginya, Al-Quds memiliki identitas sejarah yang kuat dan tidak dapat dihapus oleh keputusan politik apa pun.
Sumber: MEMO








