Serangan pemukim kembali meningkat di Tepi Barat yang diduduki. Dalam satu hari, para pemukim membakar dua masjid, merusak properti warga, dan memicu ketegangan di sejumlah wilayah Palestina.
Pada Rabu (17/06) dini hari, sekelompok pemukim menyerbu Desa Jiljilya di utara Ramallah. Mereka membakar bagian masjid, termasuk ruang salat perempuan. Selain itu, mereka mencoret dinding masjid dengan slogan berbahasa Ibrani. Tak lama kemudian, serangan pemukim juga terjadi di Desa Mazra’a al-Nubani. Aksi tersebut menyebabkan kerusakan material pada masjid setempat.
Sebelumnya, para pemukim Israel juga mencuri kawanan domba milik warga Desa Jiljilya. Warga menilai kekerasan terus meningkat tanpa adanya upaya penghentian yang jelas.
Baca juga: “PBB: Hampir 1.000 Warga Gaza Terbunuh Sejak Gencatan Senjata, Bantuan Baru Terpenuhi 36 Persen“
Sementara itu di Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron), pasukan Israel merobohkan rumah seluas 180 meter persegi milik warga Palestina. Otoritas Israel mengklaim rumah tersebut tidak memiliki izin bangunan. Namun, warga Palestina menegaskan izin di Area C hampir mustahil diperoleh.
Pasukan Israel juga menggerebek Kota Qalqilya. Mereka menutup sejumlah jalan dan menangkap lebih dari lima warga Palestina. Di tempat lain, seorang jurnalis Palestina terluka saat meliput bentrokan di Deir Abu Mashal. Selain itu, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun tertembak di bahunya saat penggerebekan di Al-Mughayyir.
Berbagai organisasi Palestina menyebut intensitas serangan pemukim dan operasi militer Israel terus meningkat. Aksi tersebut mencakup pembakaran, penyitaan lahan, hingga pembatasan akses petani ke lahan pertanian mereka.
Sejak Oktober 2023, serangan pemukim dan operasi militer Israel telah membunuh sedikitnya 1.169 warga Palestina. Selain itu, ribuan orang terluka, ditangkap, dan terpaksa mengungsi dari rumah mereka.








