Israel akhirnya mengakui keterlibatan pasukannya dalam kematian Hind Rajab, anak Palestina berusia lima tahun di Gaza. Pengakuan ini sekaligus meralat penyangkalan yang selama bertahun-tahun pihak militer Israel pertahankan atas insiden tersebut.
Pada 29 Januari 2024, Hind Rajab bepergian bersama enam anggota keluarganya di Gaza utara. Kendaraan mereka kemudian dihujani tembakan Israel. Awalnya, Hind selamat dari serangan tersebut. Selama berjam-jam, ia memohon bantuan kepada petugas Bulan Sabit Merah Palestina melalui telepon.
Petugas menanggapi permintaan Hind dan mengirim sebuah ambulans untuk menyelamatkan Hind. Namun, pasukan Israel juga menembaki ambulans tersebut. Dua petugas Palestina di dalamnya pun turut terbunuh.
Sementara itu, tim penyelamat baru dapat menemukan tubuh Hind hampir dua minggu kemudian di dalam mobil yang penuh dengan bekas tembakan.
Rekaman percakapan terakhir antara Hind dan petugas penyelamat darurat sempat memicu gelombang kecaman internasional yang masif. Kasus ini kemudian menjadi simbol global atas tuntutan pertanggungjawaban terhadap perlindungan anak-anak di zona konflik, bahkan diangkat ke layar lebar melalui film dokumenter berjudul The Voice of Hind Rajab yang meraih nominasi Oscar 2026.
Sebelumnya, penyelidikan awal Israel menyatakan pasukannya “tidak berada” di sekitar kendaraan Hind. Namun, pada Rabu, Israel mengumumkan penyelidikan kriminal terhadap kasus tersebut.
Kendati demikian, Hind Rajab Foundation secara tegas menyatakan sikap “tidak percaya” terhadap proses investigasi internal yang Israel lakukan. Lembaga tersebut menilai langkah itu tidak lebih dari upaya untuk mengalihkan tanggung jawab serta mempertahankan impunitas bagi para pelaku.
Kasus Hind Rajab kembali menunjukkan pentingnya penyelidikan independen. Terlebih, agresi genosida Israel Gaza telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.







