Lembah Yordan utara, yang dikenal sebagai lumbung pangan Palestina, menghadapi ancaman baru setelah Israel mempercepat pembangunan tembok pemisah dan jalan militer sepanjang 22 kilometer melalui proyek Crimson Thread. Proyek ini membelah Dataran Buqe’aa di timur Tubas dan memutus akses petani Palestina ke lahan pertanian serta padang penggembalaan mereka.
Khairallah Bani Odeh, peternak asal Atouf, terpaksa meninggalkan desanya akibat serangan pemukim, krisis air, dan penyitaan lahan. Ia mengatakan buldoser Israel menghancurkan jaringan air yang mengairi ratusan hektar lahan. Akibatnya, tanaman mengering dan ternak kehilangan sumber air. “Mereka memutus air, membakar jelai, lalu memaksa kami pergi,” ujarnya.
Dampak proyek ini meluas. Lebih dari 20.000 dunam (2.000 hektar) lahan terancam kekeringan, sementara sekitar 24.000 dunam (2.400 hektar) milik 300 petani mulai mengalami kerusakan. Petani Anis Bisharat mengaku gagal mengairi tanaman melon, mentimun, zucchini, dan okra setelah saluran air diputus. Selain itu, penutupan jalan memaksa mereka menempuh rute lebih jauh dengan biaya bahan bakar yang berlipat.
Petani lain, Muhammad Gharaibeh, menyebut Dataran Buqe’aa sebagai “lumbung pangan Palestina” karena memasok sebagian besar buah dan sayuran di Tepi Barat. Ia memperingatkan bahwa proyek Israel tersebut berpotensi menguasai lebih dari 70.000 dunam (7.000 hektar) lahan pertanian produktif Palestina. Menurutnya, lebih dari 40.000 dunam (4.000 hektar) tanaman kini tidak lagi mendapat pasokan air, sehingga panen musim panas terancam gagal total.
Laporan organisasi HAM Israel B’Tselem menunjukkan Lembah Yordan mencakup sekitar 30 persen wilayah Tepi Barat, tetapi sebagian besar telah ditetapkan sebagai tanah negara, zona militer, atau kawasan konservasi. Pakar permukiman Mu’taz Bisharat menilai pembangunan Crimson Thread merupakan bagian dari upaya memperkuat kendali Israel dan mempercepat aneksasi secara bertahap.
“Proses aneksasi berlangsung di depan mata dunia. Mungkin berhenti di media, tetapi tidak berhenti di lapangan,” tegasnya.
Sumber: MEE








