Dewan Keamanan PBB soroti anak Gaza dalam perdebatan mengenai laporan PBB tentang anak-anak di wilayah konflik. Sejumlah negara mengecam tindakan Israel, sementara Amerika Serikat membela sekutunya tersebut.
Duta Besar Kolombia untuk PBB, Leonor Zalabata Torres, menyatakan bahwa sepanjang tahun lalu pasukan Israel menjadi pelaku terbesar pelanggaran berat terhadap anak. Ia menegaskan bahwa Gaza mencatat jumlah pelanggaran berat tertinggi di dunia, dan sebagian besar kasus terkait dengan pasukan Israel.
Selain itu, Torres menyebut berbagai investigasi independen menemukan pola serangan yang disengaja terhadap anak-anak oleh militer Israel. Karena itu, ia mempertanyakan alasan keamanan apa pun yang dapat membenarkan penembakan terhadap anak-anak dan bayi.
Lebih lanjut, Torres mengatakan bukti yang ada menunjukkan narasi dehumanisasi yang sistematis. Menurutnya, narasi tersebut membuat anak Palestina dipandang sebagai musuh di masa depan. Oleh sebab itu, ia mendesak Dewan Keamanan PBB soroti anak Gaza dengan mengakui adanya niat genosida dari pemerintah Israel.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Pakistan untuk PBB, Usman Jadoon, menyebut lebih dari 12.000 pelanggaran berat terhadap anak Palestina dalam satu tahun sebagai sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Ia juga menyoroti trauma psikologis dan penderitaan fisik yang dialami anak-anak di bawah pendudukan.
Perwakilan Somalia, Mohamed Rabi Yusuf, mengatakan laporan tersebut mengungkap kenyataan yang menyedihkan. Menurutnya, anak-anak terus terbunuh, terluka, dan kehilangan hak-hak dasar mereka.
Di sisi lain, Tiongkok dan Rusia turut menyuarakan keprihatinan. Keduanya mendukung pemantauan yang lebih ketat atas pelanggaran terhadap anak-anak di Gaza.
Namun, Amerika Serikat tidak mengecam tindakan militer Israel. Sebaliknya, Washington kembali menyalahkan Hamas. Selain itu, AS mengkritik laporan PBB tersebut dan menegaskan penghentian partisipasinya dalam kantor perwakilan khusus urusan anak dan konflik bersenjata.
Sumber: TRT World








