Otoritas Israel membebaskan 13 tawanan Palestina asal Jalur Gaza pada Kamis (25/6). Mereka tiba di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah, dalam kondisi kesehatan yang memburuk.
Para tawanan yang Israel bebaskan tampak mengalami kelelahan parah dan malnutrisi akibat kondisi selama penahanan. Selain itu, sejumlah mantan tawanan langsung menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sebab, para tawanan menderita cedera dan penyakit yang semakin parah selama berada di penjara.
Baca juga: “Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina“
“Hari Pengungsi Sedunia dan Penderitaan Pengungsi Palestina yang Tenggelam dalam Gejolak Timur Tengah“
Dengan pembebasan terbaru ini, total 407 mantan tawanan Palestina telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa sejak mulainya tahapan pertukaran tawanan “Tufan al-Ahrar” hingga 25 Juni 2026.
Sementara itu, Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina bersama Perhimpunan Tawanan Palestina menyatakan bahwa lebih dari 9.600 warga Palestina masih mendekam di penjara Israel. Jumlah tersebut mencakup sekitar 1.250 tawanan asal Gaza yang dikategorikan Israel sebagai unlawful combatants (kombatan tidak sah), 90 perempuan, dan sekitar 350 anak-anak.
Baca juga: “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina“
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?“
Sumber: Palinfo








