Tahun ajaran baru pendidikan Palestina dimulai di tengah tantangan besar di Tepi Barat, Gaza, dan Al-Quds. Sekitar 846.000 siswa kembali ke 2.537 sekolah di Tepi Barat. Mereka belajar di sekolah pemerintah, swasta, dan UNRWA, dengan dukungan 54.196 guru.
Namun, pendidikan Palestina menghadapi ancaman yang berbeda di setiap wilayah. Di Tepi Barat, penggerebekan, penutupan jalan, pos pemeriksaan, dan serangan pemukim menghambat kegiatan belajar. Pasukan Israel bahkan menyerbu sekolah Huwara dan Burqa di Nablus pada hari pertama sekolah.
Selain itu, sejumlah sekolah menghadapi ancaman pembongkaran. Tekanan terberat terasa di wilayah Area C serta komunitas-komunitas Badui, padahal fasilitas pendidikan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat bagi anak-anak setempat untuk mengenyam bangku sekolah.
Sementara itu, pendidikan Palestina di Gaza menghadapi kondisi yang jauh lebih berat akibat agresi genosida. Sebanyak 541.000 siswa di Gaza terpaksa mengikuti proses pembelajaran melalui sistem darurat yang terpecah ke dalam 700 titik pendidikan, 25 sekolah sementara, serta platform pembelajaran virtual.
Pemerintah setempat berupaya keras menyusun program dukungan pemulihan trauma psikologis. Mereka juga sekaligus mengandalkan metode jarak jauh di tengah keterbatasan fasilitas yang tersisa.
Di Al-Quds (Yerusalem), pendidikan Palestina menghadapi tekanan terhadap kurikulum, sekolah, guru, dan siswa. Lebih dari 45.000 siswa tercatat mengikuti kurikulum Israel. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran terhadap identitas nasional dan budaya siswa Palestina.
Di tengah himpitan ancaman pembongkaran, intervensi kurikulum, dan hancurnya ruang kelas, upaya kolektif terus digalakkan melalui pembangunan infrastruktur sekolah darurat, pelatihan intensif guru, transformasi digital, hingga penguatan pendidikan vokasi. Mempertahankan keberlangsungan sistem pendidikan Palestina bukan sekadar memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar, melainkan menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga eksistensi, identitas, serta masa depan bangsa Palestina.
Sumber: Palinfo








