Eskalasi penyiksaan terhadap tawanan Palestina di dalam penjara-penjara Israel semakin meningkat tajam sepanjang bulan Juli. Berdasarkan laporan dari Asra Media Office (AMO), gelombang kekerasan ini turut memperburuk kondisi fisik dan kesehatan yang dialami oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Dokter Hussam Abu Safiya.
AMO melaporkan jumlah tawanan Palestina saat ini mencapai 9.400 orang. Mereka terdiri atas 94 perempuan, 350 anak, serta ribuan tawanan administratif. Selain itu, penangkapan sejak agresi Israel di Gaza telah melampaui 24.600 kasus.
Baca juga: “Pemakaman Massal 112 Warga Gaza Ungkap Luka Lama, Ribuan Korban Masih Hilang”
Selama Juli, penyiksaan tawanan Palestina di penjara Israel semakin intensif. Petugas melakukan penggerebekan sel, pemukulan, penembakan peluru karet, pengurungan isolasi, dan penggeledahan yang merendahkan martabat. Sementara itu, banyak tawanan menghadapi kelaparan, minim layanan kesehatan, serta penyebaran penyakit kulit seperti kudis.
AMO juga menyoroti kondisi dokter Hussam Abu Safiya di Penjara Rakevet. Sejak Israel memindahkannya pada Juni 2026, ia beberapa kali mengalami pemukulan hingga tulang rusuknya patah. Selain itu, ia menderita gangguan jantung, tekanan darah tinggi, nyeri leher, hernia, gangguan penglihatan, pusing, dan jantung berdebar. Namun, petugas hanya memberinya obat pereda nyeri dan obat tekanan darah.
Menurut AMO, serangan paling brutal terjadi pada 27 Juli. Petugas Israel menyerang tawanan menggunakan pentungan, alat kejut listrik, gas air mata, peluru karet, dan anjing pelacak. Sementara itu, Israel juga menjebloskan Dokter Abu Safiya ke sel isolasi selama 21 hari.
Kesaksian para tawanan yang dibebaskan menunjukkan penyiksaan tawanan penjara Israel berlangsung sejak penangkapan hingga pemindahan antarpenjara. Karena itu, AMO mendesak komunitas internasional segera menghentikan penyiksaan tawanan Palestina di penjara Israel, melindungi para tawanan, dan mendorong pembebasan mereka.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)