Rencana penggalian parit untuk buaya di penjara Israel kembali memicu kontroversi setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunjungi Penjara Ketziot.
Kunjungan yang Menteri Perlindungan Lingkungan, Idit Silman dampingi itu bertujuan untuk meninjau langsung parit yang Isael rancang sebagai lokasi pelepasan buaya di sekitar blok tawanan Palestina, meskipun pengadilan sebelumnya telah mengeluarkan perintah penundaan sementara.
Pengadilan Distrik Al-Quds (Yerusalem) memutuskan untuk membekukan proyek tersebut untuk sementara waktu sambil menunggu putusan akhir setelah organisasi perlindungan hewan, Let the Animals Live mengajukan gugatan hukum.
Baca juga: “Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza Capai Lebih dari 4.000 Kasus“
“Pemakaman Massal 112 Warga Gaza Ungkap Luka Lama, Ribuan Korban Masih Hilang”
Kendati demikian, Ben-Gvir menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur dan akan terus melawan keputusan pengadilan tersebut melalui jalur hukum, seraya menuding peradilan terus menghalang-halangi kebijakan keamanan yang ia usulkan.
Sementara itu, Silman mengakui keterlibatannya dalam berbagai pembahasan mengenai penempatan buaya di sekitar penjara yang menahan warga Palestina. Israel mengklaim sebagian tawanan merupakan anggota Unit Nukhba, pasukan elite Hamas.
Silman kemudian menyampaikan ancaman kepada para tawanan Palestina. Ia mengatakan siapa pun yang menyerang warga Israel harus bersiap menghabiskan malam di penjara yang dikelilingi buaya. Pernyataan itu semakin memperkuat kontroversi atas rencana buaya di penjara Israel dan memicu sorotan terhadap kebijakan tersebut.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)