Pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza kembali menjadi sorotan setelah Mesir, Qatar, dan Turki mengecam serangkaian serangan yang terus terjadi. Pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza dinilai melanggar hukum internasional dan menghambat upaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Ketiga negara mediator tersebut menyoroti serangan terhadap fasilitas kesehatan, warga sipil, perempuan, dan anak-anak. Selain itu, mereka mendesak Israel mematuhi seluruh kewajibannya dalam hukum internasional serta menjalankan seluruh poin kesepakatan gencatan senjata. Mereka juga meminta masyarakat internasional memberi tekanan agar komitmen tersebut benar-benar terlaksana.
Baca juga: “Israel Tolak Peta Jalan Gencatan Senjata Gaza dan Minta Operasi Militer Tetap Berlanjut”
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza telah melampaui 4.000 kasus sejak kesepakatan berlaku. Pelanggaran tersebut meliputi serangan darat, udara, dan laut, serta penembakan permukiman dan pusat pengungsian. Akibatnya, lebih dari 1.252 warga Palestina terbunuh dan sekitar 4.120 lainnya mengalami luka-luka. Kondisi ini semakin membebani sistem kesehatan Gaza yang sudah berada di ambang kolaps.
Di sisi lain, pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza masih berlanjut pada 4 Agustus 2026. Artileri dan tank Israel menyerang wilayah Khan Younis. Kapal perang juga melepaskan tembakan ke pesisir kota tersebut. Selain itu, militer Israel menghancurkan sejumlah bangunan di Kamp Pengungsi Al-Bureij. Beberapa peluru bahkan mengenai tenda pengungsi di wilayah barat Khan Younis.
Para mediator menegaskan bahwa rangkaian pelanggaran ini tidak hanya mengancam upaya meredakan ketegangan, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Mereka kembali menyerukan pentingnya perlindungan bagi warga sipil dan tenaga kesehatan, serta jaminan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan demi tercapainya gencatan senjata permanen dan perdamaian di Jalur Gaza.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)