Ribuan pasien di Gaza menghadapi ancaman kematian akibat blokade Israel yang terus berlanjut. Blokade ini menghalangi pasien dalam memperoleh izin perjalanan medis untuk mendapatkan perawatan penyelamat nyawa di luar Jalur Gaza.
Perang dan blokade Israel telah menghancurkan hampir seluruh sistem kesehatan di Gaza. Akibatnya, rumah sakit yang masih beroperasi kesulitan memberikan layanan medis dasar bagi pasien Gaza.
Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) menyatakan bahwa larangan akses pengobatan bagi ribuan pasien Gaza tidak bisa terpisahkan dari penghancuran sistematis sarana kehidupan di wilayah tersebut.
Baca juga : “MA Israel Perintahkan Akses ICRC ke Tawanan Palestina Dipulihkan — 9.000 Ditahan, 3.000 Tanpa Dakwaan”
Menurut PCHR, Israel tidak hanya membatasi pengobatan khusus, tetapi juga menghancurkan rumah sakit, menghalangi masuknya pasokan medis, dan membiarkan pasien menghadapi kematian perlahan. Karena itu, tindakan tersebut mengancam kelangsungan hidup warga Palestina.
PCHR menegaskan bahwa tindakan Israel itu bertentangan dengan Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida. Konvensi tersebut melarang penciptaan kondisi hidup yang dapat menyebabkan kehancuran fisik suatu kelompok, baik seluruh maupun sebagian.
Berdasarkan laporan resmi, sebanyak 20.863 pasien Gaza dengan kondisi penyakit yang serius membutuhkan perawatan di luar negeri. Dari jumlah itu, 5.342 merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun.
Selain itu, 2.194 pasien berada dalam kondisi sangat kritis dan membutuhkan evakuasi medis segera, sementara 189 pasien sedang berjuang mempertahankan hidup dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Sejak pembukaan kembali perlintasan Rafah pada 1 Februari 2026, jumlah pasien Gaza yang berhasil keluar untuk berobat masih sangat rendah. Pejabat kesehatan Zaher al-Wahidi menyebut hanya 1.242 pasien yang mendapat izin melintas melalui Rafah. Kemudian, 241 pasien lainnya keluar melalui perlintasan Karem Abu Salem.
Secara keseluruhan, hanya 1.483 pasien yang berhasil dievakuasi atau 7,1 persen dari total kasus berat yang masih menunggu evakuasi medis penyelamat nyawa.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)