Serangan Israel kembali membunuh warga sipil di Gaza di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata. Pada Sabtu (6/06), serangan yang dilakukan Israel membunuh sedikitnya 10 warga Gaza.
Di Kota Gaza, sedikitnya delapan orang terbunuh setelah sebuah drone Israel menghantam kamp tenda pengungsi. Serangan tersebut terjadi di kompleks sekolah PBB yang menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.
Baca juga : “Israel Tahan Pendapatan Pajak Palestina 15 Bulan: 180 Obat Esensial Habis, 11.000 Operasi Tertunda”
“PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air”
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan sedikitnya 15 orang terluka. Sebagian besar korban yang mengalami luka serius menjalani perawatan di unit perawatan intensif. Selain itu, perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban terbunuh dan terluka.
Menurut saksi mata, serangan tersebut itu memicu ledakan besar dan kepanikan di area pengungsian. Serangan menghantam tenda yang berada di dekat lokasi acara pernikahan. Akibatnya, warga berlarian meninggalkan lokasi sambil mengevakuasi korban menggunakan kendaraan sipil. Militer Israel mengklaim telah menargetkan “militan” di lokasi tersebut, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, serangan lain di tenggara Kota Gaza membunuh seorang pria berusia 37 tahun. Secara keseluruhan, intensitas serangan Gaza dilaporkan meningkat dibandingkan masa awal gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)