Indonesia telah mengumumkan penangguhan semua diskusi mengenai usulan Dewan Perdamaian (BOP), sebuah inisiatif dari Presiden AS Donald Trump, seiring meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengatakan pengambilan keputusan untuk menangguhkan partisipasi terjadi karena eskalasi militer terbaru di kawasan tersebut. Hal ini secara langsung memengaruhi prioritas kebijakan luar negeri negara-negara yang terlibat dalam inisiatif tersebut.
Ia menjelaskan bahwa perhatian internasional kini telah beralih ke konsekuensi konflik dengan Iran. Ia menambahkan bahwa Indonesia akan mengadakan konsultasi intensif dengan para mitranya di kawasan Teluk yang terdampak eskalasi.
Sejak awal, partisipasi Indonesia dalam BOP telah menghadapi kritik keras dari kelompok politik dan agama di dalam negeri. Mereka berpendapat bahwa bergabung dengan inisiatif di bawah pimpinan pemerintahan Trump dapat melemahkan posisi Jakarta yang telah lama mendukung perjuangan Palestina.
Baca juga : “Indonesia Akan Keluar dari ‘Dewan Perdamaian’ Jika Palestina Tidak Mendapat Kemerdekaan“
Dalam konteks yang sama, Majelis Ulama Indonesia menyerukan penarikan segera dari inisiatif tersebut. Mereka mengatakan bahwa inisiatif itu tidak efektif sementara serangan militer terus berlanjut.
Sebelumnya, Indonesia melaporkan bahwa pihaknya sedang melakukan persiapan untuk mengirim ribuan tentara. Tentara tersebut rencananya akan bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza.
Menurut Kan TV Israel, belum ada tanggal kedatangan yang pasti, tetapi pasukan Indonesia kemungkinan akan menjadi pasukan asing pertama yang memasuki Gaza. Pasukan Indonesia rencananya akan ditempatkan di bagian selatan Gaza, antara Rafah dan Khan Yunis.
Saluran tersebut melaporkan bahwa area tersebut sudah siap, meskipun pembangunan perumahan untuk para tentara akan memakan waktu beberapa pekana. Perkiraan menunjukkan jumlah pasukan Indonesia bisa mencapai beberapa ribu orang.
Sementara itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga mengunjungi Washington pada 19 Februari. Presiden menghadiri pertemuan BOP yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump. Subianto sebelumnya menyatakan bahwa negaranya telah siap mengirim 20.000 tentara ke Gaza.
Sumber: Middle East Monitor








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)