Aktivis Flotilla yang hendak memecah blokade Gaza kembali menjadi perhatian dunia setelah Israel mendeportasi ratusan aktivis yang mereka culik. Aktivis tersebut sebelumnya Israel cegat di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Selain itu, mereka juga melaporkan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama penyanderaan.
Pemerintah Turki memulangkan para aktivis melalui penerbangan Turkish Airlines menuju Istanbul. Setibanya di Turki, beberapa aktivis yang terluka langsung menjalani pemeriksaan medis.
Salah seorang aktivis mengatakan tentara Israel melakukan kekerasan fisik dan memborgol mereka dalam waktu lama. Menurutnya, pengalaman tersebut menggambarkan kondisi tawanan Palestina di penjara Israel.
Baca juga : “Aktivis Flotilla Gaza Mengalami Kekerasan oleh Israel”
Sebelumnya, Israel menyita seluruh kapal armada Global Sumud Flotilla yang membawa 428 aktivis dari 44 negara. Armada itu berangkat dari Marmaris, Turki, untuk menembus blokade Gaza. Sementara itu, lembaga hukum Adalah melaporkan adanya penyiksaan. Sejumlah aktivis mengaku mengalami sengatan listrik, pemukulan, dan tekanan psikologis.
Selain itu, beberapa aktivia juga mengalami patah tulang rusuk akibat kekerasan tentara Israel. Klub Tawanan Palestina menilai Israel sengaja menggunakan penculikan aktivis internasional untuk mengintimidasi pendukung Palestina di seluruh dunia.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengunggah video para aktivis yang diculik. Video tersebut memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan terikat dan kepala menunduk di kapal militer Israel. Lagu kebangsaan Israel juga diputar saat tentara mengelilingi mereka.
Unggahan itu memicu kecaman internasional. Banyak negara dan organisasi HAM menilai perlakuan terhadap Aktivis Flotilla Gaza melanggar martabat manusia dan hak asasi para aktivis.
Sumber: TRT World, Palinfo, MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)