Penyakit kulit Gaza terus menyebar di tengah krisis kesehatan yang memburuk. Selain itu, penyakit kulit Gaza kini mengancam ribuan warga akibat meningkatnya tikus dan parasit. UNRWA menyatakan lebih dari 125 ribu kasus penyakit kulit Gaza tercatat sejak Januari hingga Mei 2026. Penyakit tersebut berkaitan dengan tikus dan parasit yang semakin menjangkiti wilayah Gaza.
Menurut UNRWA, tim medis menangani sekitar 400 kasus setiap hari. Namun, layanan kesehatan terbatas karena kekurangan obat dan perlengkapan medis. Selain itu, kerusakan besar pada jaringan air dan sanitasi mempercepat penyebaran penyakit di Gaza.
Baca juga : “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Sebelumnya, WHO melaporkan lebih dari 17 ribu kasus infeksi terkait tikus dan parasit di kalangan pengungsi sejak awal 2026. WHO memperingatkan angka ini dapat terus meningkat akibat pasokan medis yang sangat terbatas. Oleh karena itu, UNRWA mendesak pembukaan akses bantuan medis dan kemanusiaan dalam skala besar.
Data PBB menunjukkan sektor kesehatan Gaza mengalami kerugian sekitar 1,4 miliar dolar AS. Selain itu, lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan rusak atau hancur, termasuk Al-Shifa Hospital. Akibatnya, penyakit semakin sulit ditangani dan risiko wabah penyakit terus meningkat di seluruh wilayah Gaza.
Sumber: Palinfo







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)