Toko roti Gaza menghadapi ancaman penutupan total akibat krisis minyak mesin. Selain itu, toko roti Gaza kesulitan menjalankan generator listrik dan distribusi roti untuk warga. Ketua Asosiasi Toko Roti Gaza, Abdul-Nasser al-Ajrami, mengatakan Israel terus melarang masuknya minyak mesin selama lebih dari tiga bulan. Akibat, toko roti Gaza kini berada di ambang kelumpuhan total.
Menurut Ajrami, harga minyak mesin melonjak tajam hingga 2.000 shekel per liter. Kenaikan itu membuat banyak toko roti Gaza tidak mampu beroperasi secara normal. Selain itu, sejumlah toko roti Gaza yang bekerja sama dengan organisasi “World Kitchen” sudah berhenti beroperasi hampir dua bulan. Penutupan tersebut terjadi bahkan sebelum organisasi itu mengumumkan pengurangan aktivitas di Gaza.
Baca juga : “Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan“
“The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
Ajrami juga menyebut beberapa toko roti Gaza lainnya ikut tutup karena kekurangan anggaran dan hambatan distribusi barang melalui perbatasan. Ini menyebabkan warga miskin semakin kesulitan mendapatkan roti dan air bersih. Sementara itu, tingkat pengangguran dan kemiskinan di Gaza kini melampaui 85 persen.
Asosiasi Toko Roti Gaza memperingatkan situasi kemanusiaan dapat semakin memburuk jika pasokan minyak mesin tetap diblokade.
Baca juga : “Gaza Dihantui Penghilangan dan Serangan”
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)