Para menteri luar negeri Arab dan Islam telah mengecam keras pembatasan Israel terhadap kebebasan beribadah di Al-Quds (Yerusalem). Mereka mengecam penutupan berkelanjutan Masjid Al-Aqsa dan pembatasan akses ke Gereja Makam Kudus.
Dalam pernyataan bersama, para menteri dari berbagai negara termasuk Yordania, Arab Saudi, Turki, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Pakistan menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan status quo historis situs-situs suci Islam dan Kristen.
Mereka menekankan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas Al-Quds. Dengan kata lain, Israel harus memastikan akses tanpa batasan ke tempat-tempat ibadah.
Pernyataan tersebut menyoroti bahwa Masjid Al-Aqsa tetap Israel tutup untuk para jemaah selama lebih dari sebulan, termasuk selama bulan Ramadan. Mereka memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat semakin merusak stabilitas kawasan tersebut.
Pada saat yang sama, organisasi-organisasi Arab dan Islam mengumumkan peluncuran kampanye internasional berjudul “Al-Aqsa is calling for help”. Kampanye ini bertujuan untuk memobilisasi dukungan global melawan penutupan Masjid Al-Aqsa dan pelanggaran yang terus berlanjut.
Baca juga : “Pemukim Israel Berencana Menyembelih Hewan di Masjid Al-Aqsa”
Kampanye akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 9 April. Ini akan mencakup kegiatan internasional yang terkoordinasi, dengan acara utama di Istanbul. Penyelenggara mengatakan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, mendukung warga Palestina di Al-Quds, dan meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan pelanggaran di lokasi tersebut.
Inisiatif ini muncul di tengah pembatasan akses yang terus berlanjut ke Kota Tua Al-Quds. Banyak warga Palestina terpaksa beribadah di jalanan karena pengetatan langkah-langkah keamanan.
Para aktivis juga memperingatkan tentang meningkatnya seruan dari kelompok-kelompok ekstremis untuk melakukan ritual keagamaan di dalam Al-Aqsa selama periode Paskah Yahudi yang akan datang. Hal ini telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Seiring intensifikasi persiapan Paskah Yahudi, para pemukim Israel melakukan ritual Talmud di dalam pemakaman Bab al-Rahma, yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa. Pada saat yang sama, seruan dari kelompok-kelompok pemukim semakin meningkat untuk melakukan penyerbuan besar-besaran ke kompleks Masjid Al-Aqsa selama liburan, yang berlangsung dari tanggal 2 April hingga 9 April.
Secara tradisional, hari raya Paskah berkaitan dengan “pengorbanan Paskah”. Dalam beberapa tahun terakhir, isu ini terus diserukan terutama oleh kelompok-kelompok ekstremis pemukim Israel yang berupaya membawa hewan kurban ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa dan menyembelihnya di sana.
Organisasi-organisasi ekstremis itu juga menawarkan insentif finansial kepada para pemukim yang berhasil melakukan ritual kurban di Al-Aqsa. Mereka hendak menekan polisi Israel agar mengubah pengaturan yang ada dan mengizinkan praktik Talmud secara terbuka di kompleks suci umat Islam tersebut.
Sumber: Palinfo








