• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Juni 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dokter Gaza Hussam Abu Safiya Dipindah ke Sel Isolasi, Pengacara Ungkap Kondisi Memprihatinkan

by Adara Relief International
Juni 9, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Dokter Gaza Hussam Abu Safiya Dipindah ke Sel Isolasi, Pengacara Ungkap Kondisi Memprihatinkan
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pengacara Palestina, Nasser Odeh, mengungkapkan bahwa dokter Gaza, Hussam Abu Safiya, baru-baru ini dipindahkan ke sel isolasi saat Israel tahan. Israel tetap memindahkan Abu Safiya meskipun kondisinya memburuk akibat berbagai penyakit yang ia derita.

Dalam kunjungan terakhir pada 26 Mei, Odeh menemukan Hussam Abu Safiya berada dalam kondisi penahanan yang keras. Menurutnya, dokter tersebut mengalami pengabaian medis, pemukulan berulang, kekurangan makanan dan air, serta terbelenggu selama masa penahanan.

Israel menangkap Abu Safiya dari Gaza pada akhir Desember 2024. Sejak itu, Abu Safiya mengalami berbagai bentuk perlakuan buruk. Meski menderita sejumlah penyakit kronis dan membutuhkan perawatan medis mendesak, ia tidak memperoleh pengobatan yang ia perlukan.

Sebelumnya, organisasi Physicians for Human Rights Israel (PHRI) melaporkan Dokter bahwa Abu Safiya menderita penyakit kulit serius berupa kudis (scabies), gangguan jantung, serta mengalami penurunan berat badan yang signifikan selama penahanan.

Baca Juga

1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut

Tim Hukum Internasional Desak ICC Selidiki Pencegatan Flotilla Gaza oleh Israel

“Abu Safiya tidak menerima obat-obatan dasar yang ia butuhkan,” terang Odeh. Ia menambahkan bahwa kliennya juga mengeluhkan minimnya akses terhadap makanan dan air serta dugaan pengabaian medis yang Israel sengaja.

Baca juga : “Israel Blokir Akses Medis, 20.000 Pasien Gaza Hadapi Kematian”

Pertemuan antara keduanya berlangsung di ruang dengan pengawasan kamera, terpisah oleh kaca, dan komunikasi hanya berlangsung melalui telepon. Sementara itu, petugas penjara berada di kedua sisi ruangan. Odeh menggambarkan kunjungan tersebut berlangsung sangat singkat sehingga menyulitkan Abu Safiya untuk berbicara secara bebas karena khawatir akan mendapat pembalasan atau hukuman dari petugas penjara.

Menurut Odeh, setelah Israel pindahkan ke Penjara Negev, Abu Safiya mengalami pemukulan dan perlakuan kasar. Per 3 Juni, ia kembali Israel pindahkan ke Penjara Nafha dan mereka tempatkan dalam sel isolasi.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pakar internasional mengecam keputusan tersebut, termasuk Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, yang menyerukan pembebasan Abu Safiya.

Meski berstatus dokter sipil, Abu Safiya diklasifikasikan oleh Israel sebagai “kombatan tidak sah” (unlawful combatant), sehingga ditahan tanpa dakwaan resmi. Kelompok hak asasi manusia menilai ketentuan tersebut bertentangan dengan hukum internasional karena memungkinkan penahanan tanpa perintah pengadilan, pembatasan akses bantuan hukum, serta penutupan informasi mengenai lokasi dan kondisi tawanan.

Odeh menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel atas perpanjangan penahanan tersebut. Sidang untuk membahas permohonan itu terjadwal berlangsung pada 10 Juni.

Abu Safiya merupakan salah satu dari puluhan dokter, tenaga kesehatan, dan petugas penyelamat asal Gaza yang Israel tahan sejak agresi pada Oktober 2023. Berbagai laporan dari mantan tawanan Palestina menggambarkan adanya praktik kelaparan, pengabaian medis, kekerasan fisik, penghinaan, kekerasan seksual, serta penggunaan sel isolasi secara luas di dalam fasilitas penahanan Israel.

Menurut kelompok advokasi tawanan Palestina, jumlah warga Palestina yang saat ini berada di penjara Israel telah mencapai sekitar 9.500 orang. Angka tersebut belum termasuk ribuan warga Gaza yang kemungkinan masih berada di kamp-kamp militer Israel tanpa informasi yang jelas mengenai kondisi mereka.

Sumber: Palinfo, MEE

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tim Hukum Internasional Desak ICC Selidiki Pencegatan Flotilla Gaza oleh Israel

Next Post

1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut

Adara Relief International

Related Posts

1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut
Anak

1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut

by Adara Relief International
Juni 9, 2026
0
10

Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 1.701 kelahiran dan 159 kematian tercatat di seluruh Jalur Gaza selama...

Read moreDetails
Tim Hukum Internasional Desak ICC Selidiki Pencegatan Flotilla Gaza oleh Israel

Tim Hukum Internasional Desak ICC Selidiki Pencegatan Flotilla Gaza oleh Israel

Juni 9, 2026
11
Mesir, Qatar, dan Turki Intensifkan Negosiasi Gaza untuk Buka Jalan ke Fase Kedua

Mesir, Qatar, dan Turki Intensifkan Negosiasi Gaza untuk Buka Jalan ke Fase Kedua

Juni 8, 2026
20
Di Tengah Genosida Israel, Anak-Anak Gaza Temukan Senyum dari Gelembung Sabun

Di Tengah Genosida Israel, Anak-Anak Gaza Temukan Senyum dari Gelembung Sabun

Juni 8, 2026
19
1.659 Pelanggaran dalam Sebulan, Serangan Pemukim Israel Terus Meningkat

1.659 Pelanggaran dalam Sebulan, Serangan Pemukim Israel Terus Meningkat

Juni 8, 2026
17
Israel Serang Khan Yunis dan Gaza, Calon Pengantin 25 Tahun Terbunuh di Hari Pernikahannya

Israel Serang Khan Yunis dan Gaza, Calon Pengantin 25 Tahun Terbunuh di Hari Pernikahannya

Juni 8, 2026
14
Next Post
1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut

1.701 Bayi Lahir di Gaza pada Mei 2026 di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan yang Berlanjut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 150 Keluarga di Al Quds

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak Yatim Gaza: Saat Tangan-Tangan Kecil Memikul Beban Kehidupan di Tanah Kelahiran – Laporan DYP Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630