Otoritas Israel telah mengeluarkan lebih dari 1.000 perintah pengusiran terhadap warga Palestina dari Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Al-Quds sejak awal 2026. Koalisi lembaga Palestina menyebut kebijakan ini sebagai alat sistematis untuk mengubah kondisi di kawasan suci tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang rilis pada Ahad (18/10), koalisi tersebut memperingatkan bahwa pengusiran ini sengaja Israel rancang untuk melemahkan ikatan spiritual warga Al-Quds dengan Masjid Al-Aqsa serta membatasi secara drastis kehadiran umat Islam di dalamnya. Langkah pembatasan ini membuka jalan seluas-luasnya bagi peningkatan eskalasi kunjungan provokatif kelompok pemukim Israel dan perubahan status quo di Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Darah, Air Mata, dan Residu Senjata: ‘Makanan’ Pertama yang Dirasakan Bayi-Bayi Palestina
Luka yang Tak Terobati: Tentang Ribuan Jenazah yang Hilang dan Penantian Panjang Akan Kepastian
Karena itu, koalisi mendesak Yordania sebagai pemegang perwalian situs suci Islam dan Kristen di Al-Quds untuk mengambil tanggung jawab. Mereka juga menyerukan tindakan dari negara-negara Arab dan mayoritas muslim, serta organisasi internasional.
Pada Ahad pagi, ratusan pemukim Yahudi ekstremis memasuki halaman Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan polisi Israel. Aksi tersebut berlangsung di tengah pembatasan ketat terhadap akses jemaah muslim.
Sumber: Palinfo
Baca juga: “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza
Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian
Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan








