Kementerian Pendidikan Palestina memperingatkan ancaman serangan Israel terhadap siswa dan anak-anak di Jalur Gaza. Peringatan ini muncul setelah lima siswa terbunuh dalam serangkaian serangan terbaru Israel.
Dalam pernyataan pada Selasa (20/10), kementerian menegaskan bahwa serangan berulang terhadap siswa mencerminkan besarnya ancaman yang dihadapi anak-anak Gaza. Situasi tersebut menghalangi mereka menikmati hak hidup, keamanan, dan pendidikan.
Kementerian juga menekankan bahwa terbunuhnya lima siswa ini bukan sekadar angka dalam laporan harian. Sebaliknya, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan dan pendidikan yang serius.
Baca juga: Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan
“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza
Anak-anak Palestina memiliki hak yang sama atas perlindungan internasional, pengasuhan yang aman, serta keberlanjutan proses pembelajaran tanpa bayang-bayang ketakutan. Namun, gempuran yang terus berulang tanpa henti telah meruntuhkan ekosistem pendidikan dan mengancam keselamatan jiwa para siswa setiap hari.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Palestina mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, dan organisasi internasional untuk untuk tidak berhenti pada tahap pemantauan dan penyampaian keprihatinan semata. Kementerian meminta lembaga-lembaga tersebut segera mengambil tindakan hukum dan diplomasi nyata di lapangan guna melindungi para siswa di Gaza serta menjamin hak mereka atas lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.
Sumber: Palinfo







