Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memamerkan kehancuran Gaza melalui video kampanye berbasis kecerdasan buatan (AI). Video yang dirilis pada Selasa (20/10) itu juga mengejek warga Palestina yang memilih bertahan di tanah mereka.
Ben-Gvir, pemimpin partai sayap kanan ekstrem Otzma Yehudit (Jewish Power), mengunggah video tersebut melalui platform X (Twitter). Video itu menggambarkan kondisi Gaza pada 2030 sebagai kota mati. Sekolah, infrastruktur, dan pelabuhan terlihat hancur akibat serangan Israel.
Dalam salah satu adegan, video menampilkan seekor keledai sebelum memunculkan pesan, “Kalian harus menjadi keledai untuk tetap tinggal di Gaza.” Pesan tersebut mengejek warga Palestina yang tetap bertahan di wilayah tersebut.
Ben-Gvir berulang kali menyerukan pendudukan Gaza, pengusiran penduduk Palestina, dan pembangunan permukiman Israel di wilayah itu.
Serangan militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023, dengan dukungan Amerika Serikat, telah membunuh lebih dari 74.000 orang dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza.
Meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel masih melancarkan serangan, menembaki warga, dan menghancurkan bangunan milik warga Palestina.
Video kampanye ini muncul menjelang pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, jajak pendapat Channel 12 memproyeksikan partai oposisi memperoleh 55 kursi, sedangkan koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu meraih 51 kursi. Kedua kelompok masih membutuhkan dukungan untuk mencapai mayoritas 61 kursi di parlemen yang memiliki 120 kursi.
Sementara itu, sejumlah partai Arab menilai Ben-Gvir memanfaatkan kebijakan dan pelanggarannya terhadap warga Palestina untuk menggalang dukungan serta mengintimidasi pemilih Arab.
Sumber: MEMO








