Sektor perikanan di Jalur Gaza mengalami kehancuran parah akibat serangan dan pembatasan Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 hingga Oktober 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Al-Mezan Center for Human Rights yang bertajuk Boats Under Fire, tercatat sebanyak 235 nelayan Gaza terbunuh dan 143 lainnya mengalami luka-luka ketika menjalankan mata pencaharian mereka.
Serangan militer tersebut tidak hanya merenggut nyawa para nelayan, tetapi juga melumpuhkan seluruh sarana dan prasarana pendukung di sepanjang garis pantai Gaza. Laporan tersebut merinci berbagai kerugian fisik yang sektor kelautan hadapi, di antaranya terdapat 1.810 kapal nelayan yang hancur.
Baca juga: Setahun Pasca Gencatan Senjata, Kebutuhan Barang Harian Masih Sulit Masuk ke Gaza
Selain itu, sebanyak 270 dari 310 pangkalan perikanan di sepanjang pesisir Gaza turut hancur. Sejumlah fasilitas penting pendukung seperti fasilitas desalinasi air, pabrik es, dan dapur khusus nelayan juga mengalami kerusakan berat.
Menurut Al-Mezan, area penangkapan ikan yang Israel izinkan menyusut hingga nol mil laut selama agresi. Pasukan Israel juga terus melepaskan tembakan di sepanjang pesisir Gaza.
Lumpuhnya sektor perikanan berdampak langsung pada hilangnya sumber penghasilan bagi ribuan keluarga nelayan, yang kemudian memperparah tingkat kerawanan pangan di wilayah kantong tersebut. Kehancuran ini dinilai memukul telak sistem ekonomi dan sosial yang selama ini menjadi fondasi penopang masyarakat pesisir.
Melihat situasi tersebut, Al-Mezan menyerukan perlindungan bagi nelayan Gaza dan warga sipil. Mereka juga meminta akses bantuan kemanusiaan, pengobatan, serta langkah akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hukum internasional.
Sumber: Palinfo








