Hampir setahun setelah gencatan senjata, warga Gaza masih kesulitan mendapatkan berbagai barang sehari-hari. Berbagai pembatasan ketat terhadap arus masuk barang membuat komoditas sederhana menjadi sangat langka dan melambung tinggi harganya.
Dima Awad (48), misalnya, belum dapat menempati garasi yang ia sewa lantaran ketiadaan dudukan toilet. Barang tersebut sangat sulit ia temukan di pasaran Gaza dan harganya mencapai 1.500 hingga 2.000 shekel (sekitar USD 492 hingga 656), jauh melampaui biaya sewa garasinya yang hanya 600 shekel (sekitar USD 197) per bulan.
Pembatasan barang telah berlangsung sejak Israel memberlakukan blokade terhadap Gaza pada 2007. Berbagai barang dikategorikan sebagai dual-use karena Israel anggap berpotensi digunakan untuk keperluan militer.
Baca juga: Bantuan Mendesak Kemanusiaan Gaza Mendesak: Pengungsi Butuh Tenda Jelang Musim Dingin
Barang yang Israel batasi mencakup material konstruksi, peralatan listrik, pompa air dan limbah, generator, serta peralatan medis. Namun, pembatasan juga berdampak pada barang sehari-hari seperti baterai, korek api, mainan anak, dan aksesori rambut.
Imad Sersawi, warga Palestina yang mengungsi dari Shujaiya, mengatakan sebuah korek api kini dapat berharga 90 shekel atau sekitar USD 30. Ia juga belum dapat membeli mainan untuk anak-anaknya sejak genosida .
Sementara itu, jurnalis Palestina Baidaa Othman harus berpindah antarwilayah untuk menemukan jepit rambut. Harga barang yang sebelumnya sekitar satu dolar meningkat menjadi hampir USD 15.
Menurut Othman, kelangkaan ini memperlihatkan bagaimana pembatasan telah merenggut kendali warga atas pilihan-pilihan hidup yang paling sederhana sekalipun.
Sejak 2017 Israel belum menerbitkan daftar terbaru dan lengkap mengenai barang dual-use. Akibatnya, organisasi bantuan dan pedagang harus menghadapi sistem pembatasan yang dinilai tidak transparan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembatasan barang di Gaza tidak hanya memengaruhi kebutuhan pokok. Barang sederhana pun dapat berubah menjadi kebutuhan yang sulit warga temukan dan tidak terjangkau.
Sumber: MEE








