Warga Palestina yang mengungsi di Gaza menyerukan bantuan kemanusiaan Gaza menjelang musim dingin. Mereka khawatir kekurangan tempat tinggal dan kebutuhan dasar semakin parah.
Puluhan warga menggelar aksi di kawasan Fash Farsh, Khan Younis, pada Sabtu (3/10). Mereka meminta organisasi internasional dan donor segera menyediakan tenda, terpal, selimut, makanan, air bersih, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan medis.
Warga mengatakan banyak tenda sudah rusak dan tidak mampu melindungi keluarga dari hujan, angin kencang, dan suhu dingin. Karena itu, mereka meminta bantuan kemanusiaan Gaza sebelum cuaca memburuk.
“Gaza menuju musim dingin dan kami membutuhkan terpal, tenda, makanan, serta perlengkapan kesehatan,” kata Iyad Zomor kepada Anadolu.
Baca juga: Limbah Cair yang Tidak Terolah Cemari Pesisir Gaza
Iyad Al-Shaer menambahkan bahwa tenda darurat di Rafah dan Khan Younis hanya mampu memberikan perlindungan terbatas. Sementara itu, Ahmed Hassan Al-Najjar mengatakan 35 kamp pengungsian di Fash Farsh menampung sekitar 6.000 keluarga atau 40.000 orang.
Menurut Al-Najjar, warga menghadapi kekurangan tenda, terpal, paket makanan, dan perlengkapan medis. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan Gaza semakin mendesak.
Para pengungsi turut mengenang penderitaan yang mereka alami pada musim dingin tahun sebelumnya. Hujan lebat memicu banjir parah yang merusak dan merendam tenda-tenda pengungsian. Cuaca ekstrem tersebut bahkan dilaporkan merenggut korban jiwa, termasuk dari kalangan anak-anak.
Seorang warga membawa pesan dalam aksi tersebut: “Tenda kami sobek dan perut kami kosong. Jangan biarkan kami menghadapi ketidakpastian.”
Dengan semakin menipisnya persediaan bantuan dan kian memburuknya kondisi cuaca, ribuan keluarga pengungsi berharap komunitas internasional segera mengambil tindakan nyata untuk memastikan pasokan kebutuhan dasar dan tempat tinggal yang aman dapat segera tiba sebelum hujan lebat benar-benar melumpuhkan kawasan pengungsian.
Sumber: MEMO








