Militer Israel semakin memperketat blokade Gaza melalui pembangunan penghalang fisik oleh militer Israel. Penghalang tersebut berupa parit lebar dan tanggul tanah di sepanjang sisi timur Yellow Line.
Berdasarkan laporan Yedioth Ahronoth pada Senin (5/10), militer Israel kini sedang menyelesaikan pembangunan penghalang antarkendaraan. Mereka juga melakukan pengeboran tanah secara berkala untuk memastikan tidak ada terowongan menuju Israel yang terlewat.
Langkah pengamanan ini menjadi bagian dari strategi blokade lanjutan serta penguasaan teritorial oleh militer Israel. Saat ini, Yellow Line berfungsi sebagai garis pemisah yang membagi Jalur Gaza menjadi zona di bawah kendali militer Israel dan area terbatas tempat warga Palestina masih diizinkan bergerak.
Selain membangun penghalang, militer Israel terus melakukan operasi terhadap anggota Hamas. Menurut laporan tersebut, sekitar 65 persen wilayah Gaza kini berada di bawah kendali militer Israel. Selain itu, sebanyak dua divisi militer Israel dikerahkan dan tersebar di sekitar 30 posisi militer untuk memperkuat blokade serta semakin membatasi ruang gerak warga Palestina.
Di tengah blokade Gaza, serangan Israel juga terus menimbulkan korban. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sembilan warga Palestina terbunuh akibat tembakan Israel dalam 24 jam terakhir.
Sejak mulainya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, setidaknya 1.454 warga Palestina terbunuh dan hampir 5.100 lainnya terluka. Sementara itu, sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 175.000 terluka.







