Pendidikan Palestina menghadapi tekanan setelah Israel memperluas penggunaan tuduhan “hasutan” terhadap sekolah, universitas, hingga ruang penyimpanan memori kolektif. Palestinian Prisoner Society (PPS) memperingatkan bahwa kebijakan restriktif ini berpotensi besar untuk melumpuhkan kebebasan pendidikan serta ruang ekspresi warga Palestina.
Peringatan itu muncul setelah penangkapan seorang kepala sekolah di Al-Eizariya dan pembongkaran monumen syuhada di Universitas Birzeit. Menurut PPS, kedua tindakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap ruang yang membentuk kesadaran Palestina.
Berdasarkan catatan PPS, tuduhan “hasutan” saat ini tidak lagi sebatas menyasar unggahan pribadi di media sosial atau pernyataan lisan, melainkan telah merambah ke dalam kurikulum, materi pelajaran, serta simbol-simbol di dalam institusi pendidikan.
Baca juga: Israel Kuasai 65% Wilayah Gaza, Ruang Hidup Warga Terus Menyempit
Dalam kasus Al-Eizariya, PPS menyebut video setelah penangkapan kepala sekolah menampilkan poster dan materi yang para guru ajarkan kepada siswa. Israel disebut mengategorikan materi tersebut sebagai “hasutan” dan “pendidikan teroris”.
Menurut PPS, kondisi ini membuat pendidikan Palestina turut menjadi sasaran pengawasan. Materi pelajaran, simbol, dan pembahasan mengenai isu nasional Palestina dapat Israel anggap sebagai pelanggaran.
PPS juga mencatat peningkatan penangkapan terkait tuduhan “hasutan” sejak Israel meluncurkan agresi genosida di Gaza. Sasaran penangkapan ini mencakup berbagai lapisan masyarakat sipil, mulai dari mantan tawanan, kalangan mahasiswa, perempuan, hingga anak-anak di bawah umur.
Melalui kebijakan pembatasan ini, PPS memperingatkan bahwa Israel berupaya mendikte apa yang boleh diucapkan, diajarkan, dipublikasikan, dan diingat oleh masyarakat Palestina. Dampak buruk dari tekanan ini tidak hanya mengancam kebebasan individu secara langsung, tetapi juga membahayakan keberlangsungan sistem pendidikan Palestina serta proses pewarisan sejarah dan kebudayaan kepada generasi mendatang.
Sumber: Palinfo








