Sekitar 1.236 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama sepekan terakhir dengan pengawalan polisi Israel. Mereka melakukan doa Talmud dan berbagai tindakan provokatif di area masjid. Aksi penerobosan dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian pendudukan ini berlangsung dengan pelaksanaan ritual Talmudiah. Selain itu, para pemukim juga melakukan berbagai tindakan provokatif di tengah pembatasan akses yang ketat bagi para jemaah muslim.
Menanggapi eskalasi tersebut, Pejabat Senior Hamas, Majed Abu Qutaish, mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh warga Palestina di Al-Quds, Tepi Barat, serta wilayah Palestina 1948. Ia menyeru untuk meningkatkan kehadiran secara masif di Masjid Al-Aqsa. Abu Qutaish menekankan bahwa rencana sistematis Israel dan para pemukim untuk menormalisasi ritual keagamaan Yahudi di dalam kompleks masjid harus digagalkan guna membendung upaya penciptaan fakta baru di lapangan.
Baca juga: Penjajah Israel Meludah di Pintu Masuk Biara Kristen Al-Quds
Peringatan serupa juga Syekh Ekrima Sabri, kepala Dewan Islam Tertinggi di Al-Quds, sampaikan. Ia mengatakan kunjungan dan pelanggaran yang terus pemukim lakukan merupakan bagian dari rencana bertahap Israel untuk menguasai Al-Aqsa.
Sabri menilai tindakan tersebut bertujuan mengubah status quo serta identitas Islam di Al-Quds. Ia juga menyebut pelanggaran itu berkaitan dengan kepentingan politik kelompok sayap kanan Israel.
Ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa akan meningkat menjelang hari raya Yahudi. Sabri memperingatkan potensi ibadah bersama, pengibaran bendera Israel, pembawaan persembahan tanaman, dan peniupan shofar.
Mengingat ancaman tersebut, otoritas keagamaan dan tokoh Palestina kembali mendesak umat Islam untuk memaksimalkan kehadiran di Al-Aqsa sepanjang bulan September dan Oktober sebagai benteng pertahanan utama dalam menghadapi ancaman yahudisasi.
Sumber: Palinfo








