Wilayah pendudukan Tepi Barat menghadapi potensi eskalasi militer lebih luas setelah militer Israel menyiapkan operasi besar dalam beberapa hari mendatang.
Menurut media Israel, operasi tersebut dapat mencakup pengambilalihan kamp-kamp pengungsi Palestina dan operasi militer berskala besar.
Berdasarkan bocoran dari portal berita Walla, para pejabat keamanan Israel memperkirakan bahwa kepemimpinan politik di bawah instruksi Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, akan segera memberikan lampu hijau untuk memperluas agresi, termasuk rencana pengambilalihan paksa kamp-kamp pengungsi tambahan di wilayah utara Tepi Barat.
Baca juga: Israel Tangkap Lebih dari 100 Warga Palestina dalam Sepekan
Pejabat keamanan menyebut meningkatnya ketegangan di lapangan sebagai salah satu kekhawatiran utama. Ketegangan itu terjadi bersamaan dengan perluasan permukiman dan pos-pos pemukim Israel.
Sebelumnya, Israel melancarkan operasi militer besar di Tepi Barat bagian utara pada Januari 2025. Operasi tersebut mengambil alih kamp pengungsi Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams.
Menurut UNRWA, sekitar 32.000 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah akibat operasi tersebut. Sejak Oktober 2023, razia dan serangan militer juga terus meningkat di Tepi Barat.
Di tengah bayang-bayang persiapan invasi lanjutan tersebut, teror harian terhadap warga sipil di berbagai distrik Tepi Barat terus Israel gencarkan tanpa henti. Pada Ahad (13/09), pasukan pendudukan kembali menculik dan menangkap 11 warga Palestina dalam serangkaian razia malam hari, termasuk dua anak berusia 14 dan 15 tahun, dalam sejumlah razia.
Kedua anak tersebut Israel tangkap setelah tentara Israel menyerbu dan menggeledah rumah keluarga mereka secara paksa di distrik Bethlehem.
Delapan warga lainnya Israel tangkap dalam operasi di Jenin yang mencakup penggeledahan rumah dan interogasi lapangan. Sementara itu, satu warga Palestina lainnya Israel tangkap setelah rumahnya mereka serbu di Tammun, selatan Tubas.
Menurut Palestinian Prisoner Society, lebih dari 25.000 warga Palestina telah Israel tangkap di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Lebih dari 100 orang ditangkap dalam sepekan terakhir.
Sumber: MEMO








