• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Zionis Kristen Amerika Bantu Pengusiran Komunitas Kristen Palestina

by Adara Relief International
Februari 9, 2026
in Berita Kemanusiaan, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Zionis Kristen Amerika Bantu Pengusiran Komunitas Kristen Palestina
38
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam dukungan buta mereka terhadap Israel, umat Kristen Amerika membantu penghapusan komunitas Kristen di Palestina. Itulah pesan di dalam laporan podcast terbaru dari lapangan oleh Tucker Carlson. Podcast tersebut difilmkan di tepi Sungai Yordan dekat lokasi yang secara tradisional orang-orang Kristen yakini sebagai tempat pembaptisan Yesus.

Episode ini menampilkan Uskup Agung Anglikan Al-Quds (Yerusalem) Hosam Naoum dan Saad Mouasher, seorang warga Yordania beragama Kristen dan ketua Bank Ahli Yordania. Podcast ini mendapatkan pujian karena menantang propaganda Israel selama beberapa dekade yang menjelekkan warga Palestina dan umat Islam. 

Laporan Carlson berfokus pada pertanyaan yang jarang orang-orang bahas dalam debat arus utama Barat: bagaimana perlakuan terhadap umat Kristen di bawah pemerintahan Israel. Laporan ini juga membandingkan pengalaman tersebut dengan sejarah panjang koeksistensi Muslim-Kristen di kawasan itu, dan dengan negara tetangga Yordania.

Penurunan Jumlah Komunitas Kristen Palestina

Uskup Agung Naoum, seorang Kristen Palestina kelahiran Nazareth, mengatakan bahwa jumlah kehadiran umat Kristen di Tanah Suci telah menurun selama beberapa dekade. Pukulan paling telak terjadi setelah pembentukan Israel pada 1948 dan pada 1967 ketika Israel memperluas daerah jajahan. Ia mengatakan kepada Carlson bahwa populasi Kristen “menyusut menjadi setengahnya” pada 1948. 

Naoum mengatakan bahwa sejarah ini secara rutin disembunyikan di Barat; “Palestina” sering diperlakukan sebagai label untuk ekstremisme. “Saya orang Palestina,” katanya. “Saya seorang uskup agung.” Dia menambahkan bahwa banyak pengungsi Kristen Palestina akhirnya membentuk jemaat di luar negeri. Ia mengutip sebuah komunitas Anglikan di Beirut yang menurutnya sebagian besar terdiri dari orang Kristen yang berasal dari kota-kota Galilea seperti Haifa, Akko, dan Nazareth.

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Uskup Agung itu juga menuduh sistem politik dan keamanan Israel melakukan diskriminasi terhadap umat Kristen. Itu mereka lakukan untuk mempercepat kepergian komunitas Kristen dari kota-kota Kristen bersejarah. Ia menggambarkan apa yang ia lihat sebagai iklim permusuhan yang semakin meluas di Yerusalem, termasuk para pendeta Kristen yang diludahi oleh ekstremis Yahudi dan gereja-gereja yang dirusak. Ia mengatakan beberapa kelompok radikal secara terbuka menyerukan “pemurnian” Yerusalem dari umat Kristen, dan ia mengklaim pihak berwenang gagal memberikan konsekuensi yang berarti.

Naoum juga menegaskan bahwa hukum Israel semakin membatasi ibadah umat Kristen. Ia merujuk pada pembatasan perayaan Paskah di Gereja Makam Suci. Di sana, kontrol polisi telah mengurangi jumlah jemaat yang hadir dalam upacara Api Suci dari sekitar 10.000 menjadi hanya 1.500, dan terkadang hanya meningkat setelah negosiasi. Ia menambahkan bahwa terdapat pembatasan ziarah untuk festival Kristen besar lainnya, termasuk di Gunung Tabor dalam beberapa tahun terakhir, lagi-lagi dengan dalih keamanan Israel.

Peningkatan Kekerasan di Tepi Barat

Di Tepi Barat, Naoum mengatakan kekerasan pemukim kolonial telah meningkat, termasuk serangan terhadap desa-desa Kristen serta komunitas Muslim. Ia menyebutkan insiden di Taybeh, yakni ketika para pemukim membakar dan menyemprotkan grafiti. Ada juga serangan di dekat Birzeit, ketika pemukim Israel memukul kepala seorang perempuan Kristen dengan batu. Mereka juga menangkap putranya setelah ia mencoba membela ibunya. Ia berpendapat bahwa kurangnya pertanggungjawaban mendorong serangan lebih lanjut. 

Wawancara tersebut juga membahas Gaza. Naoum mengatakan bahwa Israel melarangnya mengunjungi Rumah Sakit Arab Al Ahli, meskipun RS tersebut merupakan fasilitas yang dikelola oleh Gereja Anglikan. Ia menegaskan bahwa rumah sakit tersebut telah berulang kali terkena serangan selama genosida dan para pemimpin gereja tidak mendapatkan jawaban yang jelas tentang apa yang terjadi.

Dalam kesaksian lainnya, Saad Mouasher mengatakan bahwa umat Islam dan Kristen di wilayah tersebut telah hidup berdampingan selama lebih dari seribu tahun. “Islam sangatlah integral dalam budaya kami sebagai orang Kristen di sini. Ya, kami merasa sangat nyaman,” katanya.

Mouasher menolak gagasan—yang umum dalam retorika Barat pascatragedi 9/11—bahwa Islam pada dasarnya bermusuhan dengan Kekristenan. Ia mengatakan bahwa umat Kristen di Yordania memiliki perlindungan konstitusional dan terwakili di seluruh negara dan perekonomian. Ia memuji stabilitas dan kepemimpinan yang memungkinkan minoritas untuk berkembang, dan menunjuk pada tradisi antaragama di wilayah yang lebih luas yang telah ada jauh sebelum perbatasan modern dan konflik modern.

Sumber: Middle East Monitor

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Akan Memperluas Permukiman dan Memperdalam Kendali di Tepi Barat

Next Post

Keluarga-Keluarga di Gaza Tidak Terhibur dengan Pengembalian Jenazah

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
25

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
20
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
16
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
16
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
20
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Keluarga-Keluarga di Gaza Tidak Terhibur dengan Pengembalian Jenazah

Keluarga-Keluarga di Gaza Tidak Terhibur dengan Pengembalian Jenazah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630