UNESCO resmi memasukkan situs arkeologi Sebastia di Tepi Barat bagian utara ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Keputusan UNESCO mereka ambil melalui prosedur darurat pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia di Busan, Korea Selatan.
Menurut Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina, Hani al-Hayek, komite mengakui Sebastia memiliki nilai universal yang luar biasa. Situs tersebut menyimpan jejak sejarah dari Zaman Besi, periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Perang Salib, hingga Kesultanan Utsmaniyah.
Baca juga: “Syekh Ekrima Sabri Peringatkan Eskalasi Pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsa pada Hari Raya Yahudi”
“Israel Manfaatkan Gelombang Panas untuk Menyiksa 9.400 Tawanan Palestina”
Selain itu, UNESCO memasukkan Sebastia ke dalam daftar bahaya karena menghadapi ancaman serius. Ancaman tersebut terkait pendudukan Israel, rencana perampasan lahan, proyek Israel yang mengubah karakter sejarah dan arkeologi situs, serta pembatasan terhadap upaya perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian.
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina menyambut keputusan UNESCO sebagai pencapaian nasional. Pemerintah menilai langkah itu memperkuat upaya menjaga warisan budaya Palestina dari berbagai ancaman.
Sebastia merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Palestina. Kawasan ini memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun dan menjadi saksi berbagai peradaban besar. Melalui penetapan tersebut, UNESCO diharapkan dapat mendorong perlindungan yang lebih kuat terhadap situs bersejarah itu serta menjaga nilai budaya yang dimilikinya untuk generasi mendatang.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)