Trailer resmi film dokumenter bertajuk “NAZA” kembali menarik perhatian publik global setelah membedah sistem penargetan dan pengawasan militer di Jalur Gaza. Sutradara film tersebut merupakan jurnalis asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film ini mengangkat kesaksian dari 24 personel militer dan intelijen Israel yang berbicara secara anonim mengenai mekanisme pemilihan target serta estimasi korban jiwa warga sipil.
Film berdurasi 80 menit ini mereka rekam secara rahasia di atas atap bangunan di Tel Aviv pada malam hari. Namun, rekaman tersebut menyamarkan wajah dan suara para narasumber demi melindungi keselamatan mereka. Judul “NAZA” sendiri merupakan akronim militer Nezak Agavi (kerusakan tambahan atau collateral damage). Istilah tersebut merujuk pada estimasi jumlah warga sipil yang akan terbunuh dalam sebuah serangan udara.
Baca juga: Bantuan Kemanusiaan Gaza Terancam Pemangkasan Dana Internasional
Pembuat “NAZA” mengatakan film tersebut berangkat dari investigasi jurnalistik selama tiga tahun. Investigasi itu mencakup laporan The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call. Film tersebut kemudian semakin lengkap dengan adanya kesaksian dari sumber internal militer.
Setelah tayang perdana di Festival Film Venesia ke-83 dan meraih Special Jury Prize, perjalanan “NAZA” berlanjut ke Amerika Utara. Pemutaran perdananya berlangsung dalam Festival Film New York ke-64 pada 26 September 2026.
Film ini memicu kritik dari sejumlah pejabat Israel. Militer Israel membantah sejumlah tuduhan dalam film dan menyebutnya sebagai klaim serius yang tidak benar.
Sumber: Palinfo







