Pasukan pendudukan Israel (IOF) memberitahu pengurus Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron) pada Kamis (05/03) bahwa situs tersebut akan dibuka kembali untuk jemaah, sejak Jumat subuh. Pembukaan kembali ini terjadi menyusul penutupan enam hari yang diberlakukan di bawah kondisi yang militer Israel klaim sebagai “kondisi darurat keamanan.”
Berdasarkan keputusan tersebut, jemaah akan mendapat izin untuk masuk hanya dalam jumlah terbatas. Selain itu, pembatasan terhadap akses masjid akan tetap berlaku.
Baca juga : “Israel Melarang Azan di Masjid Ibrahimi 45 Kali Sepanjang Februari“
Selama enam hari terakhir, pasukan Israel telah benar-benar menutup Masjid Ibrahimi dan mencegah jemaah masuk. Israel mengklaim tindakan itu mereka ambil akibat “meningkatnya ketegangan keamanan di daerah itu.” Penutupan itu memicu protes yang meluas di kalangan warga Palestina, terutama karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Masjid Ibrahimi di Al-Khalil adalah salah satu situs agama paling signifikan di Palestina. Situs ini sering menjadi sasaran tindakan militer dan pembatasan akses ketat oleh pasukan Israel. Mulai hari kesebelas Ramadan, otoritas Israel menutup sepenuhnya Masjid Ibrahimi bagi jemaah Muslim, dengan alasan perang Israel-Iran yang sedang berlangsung. Selain situs tersebut, kementerian juga melaporkan serangan tambahan terhadap tempat-tempat ibadah lainnya.
Di Masjid Ibrahimi di al-Khalil, laporan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyebutkan bahwa pasukan Israel telah memblokir seruan azan sebanyak 45 kali. Selain itu, Israel juga mengadakan perayaan meriah di bagian situs yang berada di bawah kendali mereka.
Sumber: Palinfo








