Di Masjid Ibrahimi di al-Khalil, laporan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyebutkan bahwa pasukan Israel telah memblokir seruan azan sebanyak 45 kali. Selain itu, Israel juga mengadakan perayaan meriah di bagian situs yang berada di bawah kendali mereka.
Gerbang timur dan pintu masuk pasar yang menuju ke masjid telah ditutup oleh Israel berulang kali. Mereka juga melarang beberapa penjaga masjid masuk. Di samping itu, Israel menghalangi kru ambulans dan Bulan Sabit Merah untuk mencapai masjid selama dua hari Jumat pertama bulan Ramadan.
Mulai hari kesebelas Ramadan, otoritas Israel menutup sepenuhnya masjid tersebut bagi jemaah Muslim, dengan alasan perang Israel-Iran yang sedang berlangsung. Selain situs tersebut, kementerian juga melaporkan serangan tambahan terhadap tempat-tempat ibadah lainnya.
Baca juga : “Kementerian Wakaf Palestina: Penyerbuan Al-Aqsa Meningkat, Azan Dicegah Ratusan Kali di Masjid Ibrahimi“
Para pemukim membakar sebagian Masjid Abu Bakr al-Siddiq di Desa Tel, selatan Nablus, dan menyemprotkan grafiti rasis di dindingnya. Dalam insiden terpisah, para pemukim menargetkan Gereja Kunjungan di Desa Ein Karem, sebelah barat Al-Quds (Yerusalem). Mereka merusak dindingnya dan kendaraan di dekatnya dengan grafiti serupa.
Kementerian menyimpulkan bahwa pola tindakan pada bulan Februari mencerminkan tindakan sistematis yang bertujuan untuk memaksakan pemisahan temporal dan spasial di masjid dan membuka jalan bagi perubahan identitas Islamnya.
Pernyataan itu memperingatkan bahwa eskalasi yang berkelanjutan, bersamaan dengan kebungkaman internasional, menimbulkan risiko serius bagi situs-situs suci Islam dan Kristen di Al-Quds (Yerusalem). Mereka menyerukan intervensi internasional yang mendesak untuk masalah ini.
Baca juga : “Pelanggaran Status Quo di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi Semakin Meningkat“
Sumber: Palinfo








