• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Seribu Pasien Meninggal Saat Menunggu Perawatan di Luar Negeri

by Adara Relief International
November 24, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Seribu Pasien Meninggal Saat Menunggu Perawatan di Luar Negeri
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sistem kesehatan Gaza terus runtuh meski gencatan senjata sudah berlangsung beberapa minggu. Rumah sakit tidak lagi memiliki alat, obat-obatan mencapai titik nol, dan banyak pasien meninggal sebelum mendapat perawatan. Dr. Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, menyebut kondisi ini sebagai infrastruktur kesehatan yang benar-benar kolaps.

Baca Juga

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

Kekurangan obat-obatan menjadi salah satu masalah paling serius. Sebanyak 84 persen obat dasar habis, sementara 40 persen obat gawat darurat lenyap sepenuhnya—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peralatan medis mengalami defisit hingga 71 persen. Bahkan benda sederhana seperti kain kasa sudah tidak tersedia, dan cairan infus hanya cukup untuk satu bulan ke depan. Laboratorium berhenti beroperasi karena pasokan listrik, bahan bakar, dan komunikasi terputus.

Bantuan kemanusiaan yang masuk pun sangat minim. Dari lima truk bantuan mingguan, hanya dua yang berhasil mencapai Kementerian Kesehatan Gaza, sementara sisanya dikuasai organisasi internasional. Jumlah ini, menurut Al-Bursh, nyaris tidak berdampak apa pun dibanding kebutuhan riil dua juta penduduk Gaza.

Situasi ini menghantam para pasien dengan keras. Defisit obat kanker mencapai 71 persen, membuat ribuan pasien hidup menderita tanpa pilihan pengobatan. Lebih dari 18.000 orang telah mengajukan permohonan rujukan medis ke luar Gaza, termasuk 7.000 korban luka dan 5.000 anak. Namun perbatasan yang tetap tertutup membuat kondisi mereka kian memburuk. Sedikitnya 1.000 pasien meninggal saat menunggu izin untuk keluar, padahal mereka memiliki dokumen resmi yang membuktikan kebutuhan mereka untuk dirawat di luar negeri.

Kondisi gizi juga anjlok. Sekitar 82 persen bayi di bawah satu tahun kini menderita anemia—angka yang mengungkap kedalaman bencana kemanusiaan dan membantah klaim Israel bahwa makanan masuk secara memadai ke Gaza. Selain itu, ada 6.000 penyintas yang kehilangan anggota tubuh dan sangat membutuhkan rehabilitasi fisik maupun psikologis, tetapi fasilitas dan peralatan tidak tersedia.

Al-Bursh menegaskan bahwa krisis ini semakin parah karena Israel mengizinkan masuknya barang-barang konsumsi, tetapi terus menghalangi peralatan medis, obat-obatan penting, dan suplai vital lainnya. Aturan ini memperdalam keruntuhan sistem kesehatan.

Ia menyebutkan beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi untuk mencegah kematian massal adalah obat emergensi dan bedah, alat medis dan suku cadangnya, rumah sakit lapangan, dan bahan bakar untuk menghidupkan kembali fasilitas kesehatan yang tersisa.

Meski demikian, Al-Bursh masih meyakini bahwa tenaga medis Gaza mampu memulihkan sistem kesehatan jika perbatasan dibuka dan suplai kembali mengalir. Namun selama hal itu belum terjadi, ribuan pasien di Gaza akan terus hidup di tepi kematian setiap hari.

Sumber: Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Tengah Reruntuhan, Warga Palestina Berlomba Memulihkan Warisan dan Kenangan Gaza

Next Post

GHF Resmi Dibubarkan setelah Sembilan Bulan Beroperasi di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Berita Kemanusiaan

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

by Adara Relief International
April 20, 2026
0
16

Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan...

Read moreDetails
Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

April 20, 2026
18
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

April 20, 2026
24
PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

April 20, 2026
17
75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

April 20, 2026
15
UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

April 20, 2026
16
Next Post
https://www.middleeastmonitor.com/20251124-us-backed-gaza-humanitarian-foundation-ends-mission-after-9-months/#:~:text=Ribuan%20warga%20Palestina%20berdesakan%20di%20titik%20distribusi%20bantuan%20kemanusiaan%20yang%20dikelola%20oleh%20%E2%80%9CYayasan%20Kemanusiaan%20Gaza%E2%80%9D%20di%20Gaza%20selatan%2C%20pada%2027%20Mei%202025.%20%5BHani%20Alshaer%20%E2%80%93%20Anadolu%20Agency%5D

GHF Resmi Dibubarkan setelah Sembilan Bulan Beroperasi di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630