• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 16, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Di Tengah Reruntuhan, Warga Palestina Berlomba Memulihkan Warisan dan Kenangan Gaza

by Adara Relief International
November 24, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Di Tengah Reruntuhan, Warga Palestina Berlomba Memulihkan Warisan dan Kenangan Gaza
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

 

Di atas sebuah bukit kecil di kawasan al-Daraj, Kota Gaza, sisa-sisa Istana Pasha terbentang seperti ingatan yang terluka. Dahulu tempat itu merupakan  pusat administrasi dan kebudayaan yang ramai, kini bangunannya tinggal puing akibat agresi genosida Israel.

Para pekerja Palestina bergerak hati-hati di antara reruntuhan, menggunakan kuas kecil dan tongkat kayu. Setiap batu yang mereka angkat, setiap pecahan tembikar yang mereka temukan, menjadi penegasan bahwa sejarah Gaza masih hidup—sebuah bentuk perlawanan terhadap upaya penghapusan memori kolektif.

“Setiap batu punya cerita. Istana ini bukan sekadar bangunan, ini memori seluruh kota,” ujar Hamouda al-Dohdar, pakar warisan budaya Gaza yang memimpin proses restorasi.

Dibangun pada abad ke-13 pada masa Sultan Mamluk al-Zahir Baybars, Pasha’s Palace menjadi pusat administratif dan kediaman para gubernur dan komandan. Napoleon Bonaparte bahkan tercatat pernah tinggal di sana selama kampanye militernya di Levant akhir abad ke-18.

Sebelum perang, istana ini berfungsi sebagai museum arkeologi dengan lebih dari 17.000 artefak dari era Romawi, Bizantium, Islam, hingga Ottoman. Namun sebagian besar artefak tersebut hancur atau dijarah setelah serangan militer Israel. “Hanya 20 artefak yang tersisa,” kata al-Dohdar.

Antara 2023–2025, lebih dari 208 situs budaya dan bersejarah di Gaza rusak atau hancur, termasuk Masjid Agung Omari, Hammam al-Samra, dan Biara Saint Hilarion.

Baca Juga

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Arkeolog Nariman Khalla menegaskan bahwa kerusakan ini bersifat sengaja: “Ini bukan kerusakan sampingan. Ini upaya menghapus identitas sejarah kami.”

Meski lingkungan al-Daraj porak-poranda, warga memilih menjaga istana tersebut. “Kami kehilangan rumah, tapi tidak boleh kehilangan identitas,” kata Abu Mohammed al-Hattab, 63 tahun, yang berjaga setiap malam bersama tetangga untuk melindungi istana dari penjarahan.

Umm Osama Sheashaa, yang tinggal di seberangnya sejak kecil, mengingat malam-malam pertamanya berjaga:  “Rumah bisa dibangun kembali, sementara sejarah tidak.”

Tim restorasi yang didukung para ahli dari Bethlehem Centre for Cultural Heritage Preservation, telah mengumpulkan sekitar 10.000 batu yang masih layak digunakan. Namun tantangannya besar: tidak ada mesin modern, bahan bangunan langka, dan struktur dinding yang masih rawan runtuh.

“Kami bekerja perlahan karena setiap artefak tak tergantikan. Ini bukan sekadar renovasi, ini perlawanan,” kata Tariq Rajab, 42 tahun.

Bagi banyak warga, menjaga istana berarti menjaga diri mereka sendiri. “Jika kami menyerah, kami kehilangan sebagian dari diri kami,” ujar Abu Mohammed al-Aqad.

Kerusakan di Istana Pasha mencerminkan kerusakan warisan Gaza secara keseluruhan yaitu masjid tua, monumen Bizantium, hingga hammam (tempat mandi) bersejarah. Bagi warga, setiap situs bukan sekadar arsitektur, tetapi penanda identitas di kota yang diserang dari segala arah.

“Setiap batu yang kembali ke tempatnya adalah bukti bahwa budaya kita tetap hidup,” kata Khalla.

Kini, di tengah puing, Pasha’s Palace berdiri kembali—perlahan, namun penuh perlawanan. Bukan lagi hanya saksi sejarah, istana ini menjadi simbol keteguhan sebuah masyarakat untuk mempertahankan memori mereka dari upaya penghapusan.

Sumber: The New Arab 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Akui Menculik Direktur Rumah Sakit Gaza, Dr. Marwan al-Hams

Next Post

Seribu Pasien Meninggal Saat Menunggu Perawatan di Luar Negeri

Adara Relief International

Related Posts

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida
Berita Kemanusiaan

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

by Adara Relief International
Februari 13, 2026
0
23

Organisasi Tawanan Palestina (PPS) melaporkan pada Kamis (12/02) bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menangkap sekitar 22.000 warga Palestina di...

Read moreDetails
8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

Februari 13, 2026
20
Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Februari 13, 2026
14
Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Februari 13, 2026
16
Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Februari 13, 2026
30
Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Februari 12, 2026
25
Next Post
Seribu Pasien Meninggal Saat Menunggu Perawatan di Luar Negeri

Seribu Pasien Meninggal Saat Menunggu Perawatan di Luar Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630