Proyek kontroversial pembangunan fasilitas penahanan dengan parit khusus kembali mencuat setelah pemerintah Israel mengambil langkah hukum baru. Rencana tersebut membuka peluang bagi rencana Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir untuk membangun parit berisi buaya di sekitar penjara yang menahan para tawanan Palestina.
Berdasarkan laporan media Channel 7, Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman secara resmi mengubah status hukum hewan buaya dari kategori satwa yang dilindungi ketat menjadi “satwa liar yang dipelihara.” Melalui perubahan regulasi ini, lembaga-lembaga pemerintah—termasuk Dinas Penjara Israel—kini memiliki legalitas untuk memelihara buaya di fasilitas tertentu. Legalitas tersebut bisa mereka dapatkan apabila memenuhi persyaratan administratif yang Israel tetapkan.
Sebelum adanya perubahan aturan ini, regulasi melarang pemeliharaan buaya di luar kawasan kebun binatang yang memiliki izin resmi. Modifikasi aturan tersebut praktis meruntuhkan hambatan hukum utama yang selama ini menghalangi realisasi ide kontroversial tersebut.
Baca juga: “16 Dokter Gaza di Penjara Israel dalam Kondisi Kritis, Pusat Pembelaan Tawanan Serukan Intervensi Internasional“
Langkah pemerintah ini mereka ambil di tengah penolakan terbuka. Menurut laporan Channel 13, perubahan status hukum tersebut dipaksakan setelah Dinas Lingkungan Israel secara tegas menyampaikan keberatan terhadap proyek pembangunan parit buaya tersebut. Namun, penolakan dari para ahli lingkungan dan satwa liar tersebut Israel abaikan, dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan proyek ini.
Ide ini pertama kali berasal dari Ben-Gvir pada awal tahun lalu. Ia mengusulkan pembangunan fasilitas penahanan berkeamanan tinggi yang sekelilingnya terdapat parit atau saluran air berisi buaya. Menurut klaimnya, konsep pengamanan ekstrem ini dapat memperkuat sistem pengamanan sekaligus memberikan efek jera yang masif untuk mencegah upaya pelarian tawanan Palestina.
Sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut, Dinas Penjara Israel telah mulai mengkaji kelayakan proyek di lapangan. Sejumlah pejabat bahkan mendatangi beberapa kebun binatang untuk mempelajari secara langsung metode pemeliharaan, perawatan, dan penanganan buaya dalam skala penangkaran khusus.
Hasil evaluasi awal yang para pejabat lakukan telah mengklaim bahwa parit berisi buaya di sekeliling kompleks penjara berpotensi menekan biaya pengamanan jangka panjang. Selain itu, keberadaan hewan predator tersebut mereka nilai mampu meningkatkan faktor pencegahan pelarian secara signifikan.
Meski proses kajian dan penyesuaian hukum terus berjalan secara senyap. Hingga saat in,i pemerintah Israel belum mengeluarkan keputusan final terkait tanggal mulainya konstruksi fisik dari rencana kontroversial tersebut.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)