Anak Gaza terus menjadi korban serangan Israel meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025. Harian Haaretz melaporkan 274 anak Gaza terbunuh sejak gencatan senjata dimulai. Angka itu menunjukkan rata-rata satu anak terbunuh setiap hari.
Secara kumulatif sejak pecahnya agresi pada Oktober 2023, Haaretz mencatat lebih dari 21.000 anak Gaza telah terbunuh. Sebagian besar korban jiwa anak-anak jatuh akibat hantaman serangan udara langsung, sementara lainnya meninggal dunia karena tembakan penembak jitu (sniper), tertimbun reruntuhan bangunan, atau terkena serpihan ledakan.
Selain itu, intensitas serangan militer Israel yang terus berlanjut kembali merenggut nyawa warga sipil. Di Kota Gaza, serangan udara menghantam sebuah apartemen dan membunuh lima anggota keluarga, termasuk tiga anak. Serangan lain di kawasan Nasr juga membunuh lima warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan.
Di Khan Younis, serangan Israel menghantam tenda pengungsi di Al-Mawasi. Sedikitnya satu warga Palestina terbunuh dan sepuluh lainnya terluka. Sebagian besar korban luka merupakan anak-anak.
Selain akibat kekerasan langsung, banyak anak Gaza meninggal dunia karena komplikasi luka yang tidak tertangani. Runtuhnya sistem kesehatan secara drastis membuat fasilitas medis kewalahan, sementara sebagian anak lainnya menghembuskan napas terakhir akibat krisis kelaparan serta wabah penyakit.
Baca juga: “16 Dokter Gaza di Penjara Israel dalam Kondisi Kritis, Pusat Pembelaan Tawanan Serukan Intervensi Internasional”
Situasi kemanusiaan di seluruh wilayah Gaza kini berada di ambang bencana total. Di tengah cuaca panas yang ekstrem, sekitar 1,7 juta warga masih bertahan hidup di dalam tenda-tenda darurat tanpa akses terhadap pasokan listrik, air bersih, serta sanitasi yang layak. Kondisi ini mempercepat penyebaran berbagai penyakit menular di tengah populasi yang rentan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata hingga pertengahan Juli 2026 telah merenggut nyawa lebih dari 1.144 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.700 orang lainnya. Secara keseluruhan sejak Oktober 2023, korban terbunuh akibat agresi telah melampaui 73.000 jiwa. Di antara para korban, anak Gaza menjadi kelompok yang paling rentan di tengah kehancuran atau kerusakan infrastruktur sipil yang kini mencapai 90 persen.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)