JAKARTA-Di Jalur Gaza, luka dan penyakit telah menjadi ancaman kedua setelah serangan dan pengeboman. Di tengah sistem kesehatan yang hancur akibat genosida, banyak pasien di Gaza berada di ambang kematian. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Sahabat Adara mengirimkan bantuan kesehatan pada 27 April 2026. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 24 korban luka untuk mendapat tindakan operasi di Rumah Sakit Yafa di Deir Balah.

Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) menyatakan bahwa sebanyak 20.863 pasien Gaza dengan kondisi penyakit yang serius membutuhkan perawatan di luar negeri. Dari jumlah itu, 5.342 merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Selain itu, 2.194 pasien berada dalam kondisi sangat kritis dan membutuhkan evakuasi medis segera, sementara 189 pasien sedang berjuang mempertahankan hidup dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Namun, meski ribuan pasien di Gaza berada dalam kondisi antara hidup dan mati, Israel tetap tidak mengizinkan mereka untuk mendapatkan perawatan. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa Israel telah menghalangi keberangkatan lebih dari 17.757 warga Palestina untuk perawatan medis di luar negeri. Pelaksana Tugas Wakil Menteri Kesehatan, Maher Shamiya melaporkan bahwa hanya 3.226 orang yang berhasil meninggalkan Gaza. Mereka berangkat melalui penyeberangan Rafah dan Karam Abu Salem, termasuk 1.204 pasien.

Meski sebagian kecil pasien Gaza telah mendapatkan izin perawatan medis di luar negeri, namun hingga kini masih banyak pasien yang bertaruh nyawa di Gaza. Karena Israel menghalangi pasien Gaza untuk berobat ke luar negeri, maka Adara berusaha membawa bantuan kesehatan memasuki Gaza. Berkat kontribusi dari Sahabat Adara, bantuan tersebut akhirnya terealisasi pada 27 April 2026. Bantuan kesehatan ini telah memfasilitasi operasi bagi 24 korban luka di Rumah Sakit Yafa di Deir Balah.



Di tengah runtuhnya sistem kesehatan yang mematikan harapan, bantuan dari Sahabat Adara telah mengembalikan harapan bagi puluhan pasien Gaza dan keluarga mereka. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah menyelamatkan nyawa ayah, ibu, anak, saudara, dan puluhan pasien yang dicintai oleh orang-orang terdekat mereka.








