JAKARTA-Kelaparan masih terjadi di Gaza. Meski telah ada kesepakatan gencatan senjata, namun hal tersebut tidak menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Gaza. Hingga kini, penduduk Gaza masih menghadapi kelangkaan pangan, harga yang melonjak, dan sulitnya akses terhadap makanan yang aman dan layak konsumsi. Di tengah krisis yang masih berlangsung ini, Sahabat Adara berusaha memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita di Gaza. Pada 26 Juni 2026, bantuan bahan pokok dari Sahabat Adara telah tiba dan memberi manfaat bagi 216 keluarga yang terdiri dari 1.296 jiwa di Khan Younis.

Kelaparan di Gaza terus memburuk di tengah genosida, blokade, dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Tindakan Israel yang menghambat masuknya bantuan, bahan bakar, serta gas untuk memasak telah mempersulit akses warga terhadap makanan. Lembaga internasional menyebutkan bahwa bantuan yang masuk ke Gaza hanya mencapai sepertiga dari kebutuhan 500 hingga 600 truk per hari.
Di tengah kondisi tersebut, otoritas lokal di Khan Yunis menemukan berbagai pelanggaran terkait keamanan pangan. Polisi perlindungan konsumen bersama Kementerian Ekonomi memusnahkan banyak makanan kedaluwarsa, rusak, serta daging yang tidak layak konsumsi setelah melakukan inspeksi pasar. Petugas juga menindak pedagang yang menjual barang di atas harga resmi dan mewajibkan penjualan kembali dengan harga yang pemerintah tetapkan.

Lebih dari dua tahun telah penduduk Gaza lalui dengan menahan lapar. Di tengah kondisi ini, Sahabat Adara tidak bisa tinggal diam sementara saudara-saudara kita sedang kesulitan. Di tengah krisis yang masih berlangsung ini, Sahabat Adara berusaha memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita di Gaza. Pada 26 Juni 2026, bantuan bahan pokok dari Sahabat Adara telah tiba dan memberi manfaat bagi 216 keluarga yang terdiri dari 1.296 jiwa di Khan Younis.






Ribuan warga tersenyum bahagia ketika menerima bantuan dari Sahabat Adara. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan bahan pokok darimu telah meredakan kelaparan bagi ratusan keluarga di Jalur Gaza.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)