JAKARTA-Krisis kelaparan di Gaza telah menjadi semakin parah, hingga makan sehari sekali saja sudah merupakan suatu kemewahan. Sepotong roti yang tadinya menjadi porsi untuk satu orang, kini harus dibagi dengan seluruh keluarga agar semuanya bisa makan. Sahabat Adara tidak ingin penduduk Gaza terus menderita seperti ini. Karena itu, pada 18 Mei 2026, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 1.588 orang di Khan Younis.

Studi berjudul Data for Denial yang diterbitkan Forum for Regional Thinking menyebut pembatasan bantuan, bahan bakar, gas memasak, serta penghancuran infrastruktur penting telah menghambat akses warga terhadap makanan. Menurut laporan itu, jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih jauh di bawah kebutuhan penduduk. Lembaga internasional memperkirakan Gaza membutuhkan 500 hingga 600 truk bantuan setiap hari. Kenyataannya, bantuan yang masuk hanya berkisar di angka sepertiga dari jumlah yang penduduk butuhkan.
Di tengah kondisi tersebut, otoritas lokal di Khan Yunis menemukan berbagai pelanggaran terkait keamanan pangan. Polisi perlindungan konsumen bersama Kementerian Ekonomi memusnahkan 750 kilogram makanan kedaluwarsa, rusak, serta daging yang tidak layak konsumsi. Petugas juga menindak pedagang yang menjual barang di atas harga resmi. Mereka mencatat lebih dari 1,5 ton barang dijual dengan harga melebihi ketentuan dan mewajibkan pedagang menjualnya kembali sesuai harga yang pemerintah tetapkan.

Krisis kelaparan yang terjadi di Gaza merupakan hasil dari tindakan yang sengaja Israel lakukan. Dampak dari kelaparan dan malnutrisi yang terjadi akan mempengaruhi generasi Gaza selanjutnya, dan Adara tak ingin hal tersebut terjadi. Oleh sebab itu, pada 18 Mei 2026, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 1.588 orang di Khan Younis.

Rasa kenyang yang penduduk Gaza rasakan mungkin hanya sementara, namun rasa cinta dan kepedulian yang mereka dapatkan semoga akan mereka ingat selamanya. Terima kasih Sahabat Adara, rasa cinta dan kepedulian darimu telah terasa dalam setiap suapan makanan yang tersaji di Gaza.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)