Protes, Tawanan Palestina Sudah 150 Hari Mogok Makan

Hari Selasa (9/8) menandai hari ke-150 mogok makan tawanan Palestina Khalil Awawdeh untuk memprotes penahanan administratifnya yang berkelanjutan. Klub Tawanan Palestina memperingatkan bahwa Awawdeh menghadapi risiko kematian di klinik penjara Ramleh, mengingat kurangnya solusi serius mengenai kasusnya.

Sementara itu, menurut Haaretz, Kepala kantor media Jihad Islam, Daoud Shihab, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa “Tawanan Khalil Awawdeh akan mendapat izin ke rumah sakit dalam beberapa jam, dan kami yakin akan hal itu.” Gerakan militer Gaza mengklaim bahwa sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata pada hari Minggu, Israel mengatakan akan membebaskan Awawdeh dan pemimpin Gerakan Militer, Bassam Al-Saadi, yang menjadi tawanan sejak minggu lalu.

Awawdeh, ayah dari empat anak, menjadi tawanan sejak 27 Desember 2021 di bawah penahanan administratif. Kebijakan ini memungkinkan otoritas Israel untuk menahan warga Palestina dalam jangka waktu yang dapat mereka perpanjang selama enam bulan tanpa dakwaan atau pengadilan. Awawdeh menderita sakit parah pada persendiannya, sakit kepala parah, penglihatan kabur, serta tidak dapat berjalan dan bergerak. Meskipun dia telah pindah rumah sakit beberapa kali, dia tidak menerima perawatan.

Awawdeh melanjutkan pemogokannya pada 2 Juli, setelah menangguhkannya selama seminggu pasca 111 hari pemogokan, berdasarkan janji pembebasannya. Akan tetapi, Israel melanggar janjinya dan mengeluarkan perintah penahanan administratif baru terhadapnya selama empat bulan. “Kesehatan Awawdeh dalam kondisi yang sangat buruk dan nyawanya terancam,” kata Ameen Shouman, Kepala Palestine Prisoners Society (PPS) kepada New Arab.

“Pihak berwenang Israel memberikan janji lisan untuk membebaskan Khalil Awawdeh tanpa menyebutkan tanggalnya,” tambah Shouman. “Ini adalah pertempuran yang sangat sulit bagi Awadeh, dan hidupnya masih dalam bahaya.” Menurut PPS, ada sekitar 4.700 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, termasuk sekitar 600 yang menjadi tawanan tanpa dakwaan atau pengadilan.

Sumber:

https://www.middleeastmonitor.com

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Free Email Updates
We respect your privacy.

Leave a Reply