Buku sejarah Palestina karya Alana Hadid dan Jenan Matari batal Penguin Random House terbitkan setelah kedua penulis menolak perubahan naskah yang mereka nilai tidak akurat. Mereka menilai penyuntingan sepihak tersebut mengubah cara membaca sejarah Palestina, termasuk peristiwa 7 Oktober 2023, yang mereka sampaikan kepada pembaca muda.
Buku berjudul Displacement and the Palestinian American Story awalnya direncanakan menjadi bagian dari seri nonfiksi Race to Truth. Seri ini mengangkat sejarah dunia dari perspektif kelompok yang terpinggirkan. Hadid dan Matari berharap buku tersebut membantu generasi muda memahami penindasan terhadap rakyat Palestina.
Namun, perselisihan muncul ketika kedua penulis memperoleh naskah lengkap pada Juni 2026 dan menemukan sejumlah perubahan yang tidak mereka setujui. Salah satunya menyatakan bahwa tindakan pada 7 Oktober 2023 melanggar hukum internasional, tanpa membahas hak rakyat yang berada di bawah pendudukan untuk melawan penindasan.
Menurut Matari kepada Middle East Eye, pihak penerbit menolak menghapus kalimat tersebut dan menyatakan bahwa tanpa tambahan itu, keseluruhan buku akan mereka anggap tidak valid. Kedua penulis juga mempersoalkan penyuntingan istilah “Yahudi”, “zionis”, dan “Israel” yang mereka nilai tidak akurat secara historis. Mereka menegaskan bahwa ketiganya tidak dapat dipertukarkan begitu saja, terutama ketika membahas kelompok bersenjata Yahudi yang menyerang warga Palestina sebelum 1948.
Baca juga: Toko Roti Gaza Tutup Akibat Israel Blokir Pasokan Tepung
Matari menyebut perubahan tersebut mencerminkan tekanan internal untuk mengakomodasi sudut pandang zionis dalam penulisan sejarah Palestina. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak penerbit pernah menyampaikan, “Kekhawatiran kami bukanlah akurasi.” Middle East Eye menyatakan telah meminta tanggapan Penguin Random House, tetapi tidak menerima jawaban sebelum artikel ini terbit.
Setelah perselisihan itu, kedua penulis memperoleh kembali hak atas buku mereka. Kemudian mereka melanjutkan penerbitannya bersama Interlink Publishing, penerbit independen yang berfokus pada karya-karya Palestina.
Kasus ini bukan satu-satunya pengalaman Matari terkait pembatasan ruang bagi karya Palestina. Pada September 2026, ia turut menggugat Perpustakaan Umum Los Angeles setelah pembatalan acara Read Palestine Week. Ia juga mengatakan promosi buku anak-anaknya, Everything Grows in Jiddo’s Garden, pernah dibatalkan akibat tekanan terhadap toko buku.
Bagi Hadid dan Matari, persoalan ini melampaui kontrak penerbitan. Mereka mempertanyakan siapa yang berhak menulis sejarah Palestina, menentukan sudut pandangnya, dan menyampaikannya kepada generasi muda.
Sumber: MEE








