Pelanggaran gencatan senjata Gaza terus terjadi meski kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Pelanggaran ini kembali menelan korban jiwa, memperburuk krisis kemanusiaan, serta memicu kecaman dari berbagai pihak di tengah upaya melanjutkan proses perdamaian.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 152 warga Palestina terbunuh sepanjang Juli 2026. Angka tersebut menjadi korban bulanan tertinggi sejak awal tahun. Korban meliputi 21 anak, 14 perempuan, dan empat lansia. Data itu menunjukkan bahwa pelanggaran gencatan senjata Gaza masih berdampak langsung pada kawasan permukiman dan warga sipil.
Sehari setelah laporan itu dirilis, serangan Israel kembali membunuh sedikitnya 18 warga Palestina di berbagai wilayah Gaza. Korban terdiri dari beberapa keluarga, tiga anak, serta seorang bayi yang masih berada dalam kandungan. Serangan menghantam rumah, apartemen, tenda pengungsian, hingga kendaraan sipil di Khan Younis, Deir al-Balah, Gaza City, dan Jabalia.
Sumber: “Dewan Fatwa Tertinggi Palestina Kecam Meningkatnya Pembakaran Masjid di Tepi Barat”
Di sisi lain, serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah Dewan Perdamaian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk melanjutkan tahap berikutnya dari gencatan senjata. Namun, hingga kini Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap usulan tersebut.
Hamas menilai pelanggaran gencatan senjata Gaza merupakan eskalasi yang disengaja untuk menggagalkan kesepahaman bersama para mediator dan pemerintah Amerika Serikat. Hamas juga mendesak para penjamin gencatan senjata agar segera menekan Israel untuk menghentikan serangan serta mematuhi seluruh isi perjanjian.
Sejak Oktober 2023, agresi genosida di Gaza telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Sekitar 90% infrastruktur sipil juga mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pelanggaran gencatan senjata Gaza terus memperbesar penderitaan warga dan menghambat harapan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)