Dokter Palestina Mazen Rantisi mengalami penyiksaan fisik dan kelalaian medis selama masa penahanannya di Penjara Ofer, Israel. Kasus Dokter Palestina Mazen Rantisi kembali menyoroti kondisi para tawanan Palestina yang menghadapi perlakuan tidak manusiawi serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Mazen Rantisi, 71 tahun, terkenal sebagai “dokter kaum miskin” karena sering memberikan layanan gratis, menyediakan obat-obatan, dan membantu warga kurang mampu di Tepi Barat. Pasukan Israel menangkapnya saat penggerebekan di rumahnya di Ramallah pada 21 Juni 2026. Setelah itu, jaksa mendakwanya karena memimpin Union of Health Work Committees, lembaga kesehatan nirlaba yang melayani ribuan warga Palestina.
Menurut kesaksian Dokter Mazen Rantisi kepada pengacaranya, petugas penjara menahan obat rutinnya selama sepuluh hari pertama. Hingga kini, ia masih belum menerima salah satu obat yang ia butuhkan. Permintaannya untuk bertemu dokter juga tidak terpenuhi. Petugas hanya memeriksa denyut nadinya sekali melalui celah pintu sel.
Selain itu, Rantisi mengaku mengalami kekerasan fisik saat petugas berulang kali menggerebek sel tawanan. Ia juga Israel paksa berjalan dalam keadaan membungkuk dan memborgolnya setiap keluar dari sel. Saat pemeriksaan, para tawanan harus berlutut empat kali setiap hari. Bahkan, gas air mata beberapa kali Israel tembakkan ke dalam sel.
Kondisi penjara juga sangat memprihatinkan. Sepuluh tawanan harus berbagi sel yang hanya memiliki enam tempat tidur. Makanan yang disediakan sangat sedikit dan tidak layak konsumsi. Sel dipenuhi jamur serta serangga, tanpa perlengkapan kebersihan yang memadai. Para tawanan juga tidak diizinkan mengganti pakaian maupun memiliki buku dan alat tulis.
Sementara itu, Dinas Penjara Israel membantah seluruh kesaksian tersebut. Namun, Dokter Palestina Mazen Rantisi bukan satu-satunya yang menyampaikan kesaksian serupa. Berbagai laporan sebelumnya juga mencatat penurunan kondisi penjara Israel dan meningkatnya pelanggaran terhadap hak-hak para tawanan Palestina.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)